Masyarakat Harus Percaya Penuh Netralitas KPU Dan Bawaslu

oleh -

SIDOARJO– Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sidoarjo, Muh. Burhanul Mukhlasoni (Soni),ikut angkat bicara terkait keadaan politik yang sedang terjadi saat ini, ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap percayaan penuh terhadap netralitas KPU dan Bawaslu.

“Kita tau pemilu ini begitu melelahkan. Karena setelah sekian lama dalam sejarah pemilu serentak seperti ini pertama kali terjadi di negara kita Indonesia.,” katanya, sidoarjo, Selasa (23/4).

Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya sidoarjo, agar tidak ikut serta dalam permainan isu yang di ciptakan oleh masing-masing TIMSES dari kubu 02 ataupun 01 yang ada.

“Tugas masyarakat adalah melaksanakan kewajiban memilih dan menggunakan hak suara. Bukan untuk berdebat dan bertikai, apalagi melakukan gerakan yang malah menganggu ke-kondusifitasan demokrasi ini ” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas dalam memilah informasi dan turut menjadi bagian dari problem solving dalam menjaga NKRI.
Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bekasi, Ahmad Rizal Fauzi, mengajak masyarakat agar memberikan kepercayaan penuh terhadap netralitas KPU dan Bawaslu.

“Kita juga perlu memberikan apresiasi serta support kepada seluruh jajaran penyelenggara pemilu agar terus berupaya memaksimalkan tugas-tugasnya sampai akhir tahapan pemilu serentak tahun ini berakhir,” katanya, dikutip dari Fakta Bekasi, Selasa (24/4/2019).

Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Bekasi, agar tidak ikut serta dalam menyebarkan berita bohong (hoaks) yang kini marak di media sosial.

“Karena penyebaran hoaks bisa memberikan dampak negatif,” katanya. Ia juga mengimbau agar masyarakat juga harus cerdas dalam memilah informasi-i formasi dimedia yang malah tidak menjaga persatuan dan kerukunan NKRI.

Selain itu, ketua pengurus cabang PMII SIDOARJO juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya dari beberapa Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan juga petugas lainnya yang telah membantu penyelenggaraan pemilu 2019.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya para penyelenggara pemilu. Perjuangkan mereka patut kita sebut catat sebagai perjuangan terhadap demokrasi di negara ini ( fisabilillah) pungkasnya.