Mas’ud Said Siap Bawa ISNU Jatim Bangkit

oleh -

SIDOARJO-Prof. dr. Mas’ud Said dilantik sebagai ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur. Terpilihnya, Prof Mas’ud sebagai ketua menjadi magnet tersendiri bagi pemangku kebijakan di negeri ini.

Hal itu terlihat dari membanjirnya Karangan bunga “Selamat” sejak kemarin dilokasi pelantikan di Hotel Utami Jalan Raya Juanda, Sidoarjo. Mulai dari Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa, Kalangan menteri di kabinet kerja, rektor, ketua parpol pengusaha hingga Presiden Jokowi Widodo.

Meski pernah bekerja dilingkungan Istana Negara periode 2011-2014, dan Kementerian Sosial RI periode 2015-2018, tetap saja membuat Mas’ud kaget sekaligus bahagia. “Terus terang ini surprise sekaligus kaget. Ada Pak presiden, Menko, dan beberapa menteri kabinet kerja era Pak Jokowi, sampai Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan selamat ke kita. Mungkin ini biasa bagi presiden, tapi bagi kami ini adalah spirit sekaligus tantangan,” terang Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim, Prof. Mas’ud Said, Minggu, (12/8/2018)

Ia mengakui, bahwa sebelumnya ISNU sempat vakum, meski begitu, saat ini sudah saatnya untuk bertekad untuk mengembangkan ISNU Jatim┬ámenuju keunggulan akademik dan pengabdian. “Dan Alhamdulillah dalam dua minggu, dari daerah berlomba-lomba, dan saat ini sudah ada 18 cabang. Itu merupakan kebangkitan yang tidak dimulai dari atas melainkan dari bawah. Kita motivasi agar mereka bisa mengembangkan di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, bangkitnya ISNU Jawa Timur merupakan momentum yang pas untuk membangun kultur organisasi baru yang bekerja secara praktis, dan pragmatis untuk orang lain. Dan menjadikan ISNU berwarna Kiai Abdurrahman Wachid (Gusdur).

“Ada tujuh watak yang dimiliki seorang Gusdur. Pertama dia bekerja untuk masyarakat, bukan dirinya sendiri. Kedua dia bisa menerabas dari golongan yang sempit baik dari NU sendiri maupun Islam, sehingga berguna bagi masyarakat, dan beliau memiliki pembacaan yang luar biasa atas masa depan bangsanya. Mungkin ISNU juga sama dengan penelitiannya,” tandasnya.

Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Kiai Sholahuddin Wachid berharap keberadaan ISNU Jawa Timur lebih produktif. Baik sumbangsih secara pemikiran untuk NU, Indonesia, dan kemajuan agama Islam. Tentunya Agam yang bisa berdialog dengan siapa saja.

“Saya masih ingat ucapnya cak nur ditahun 1990 an, waktu itu, akan ada masa dimana banjir akademisi dari kalangan NU yang belajar dimana-mana. Nah, ini lah wujudnya. Bagaimana mereka bisa berkumoul dan bisa lebih produktif,” ujar Gus Sholah.

“Ini modal yang baik bagi ISNU. Tergantung bagaimana mengelola modal itu sendiri. Kebetulan Gubernur nya yang baru dari NU, maka lebih mudah lagi untuk memajukan Jawa Timur dan lebih berkembang,” tandasnya.

Prof. Dr. Mas’ud terpilih sebagai ketua ISNU Jatim melalui konferensi Wilayah luar biasa pada Sabtu, 21 Juli 2018 lalu. Selain Gus Sholah npak hadir dalam pelantikan tersebut Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa. @VIN