Maruli Peduli Para Buruh, Untuk Menuju DPR RI

oleh -

SURABAYA – Calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai NasDem, Maruli Hutagalung, punya cara khusus untuk meraih pemilih pekerja buruh. Salah satunya dengan geriliya mendatangi pabrik-pabrik milik Maspion Group.

Kedatangan Maruli ke pabrik, guna menyapa sekaligus memberi semangat dan motivasi pentingnya berantas korupsi. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur itu memang dikenal sosok dengan trackrecord lurus dalam berantas korupsi.

“Apa kabar teman-teman?. Semangat terus ya. Bapak-ibu semua adalah pilar penting perekonomian. Tanpa bapak-ibu semua, ekonomi mandek,” kata Maruli, didampingi pendiri dan CEO Grup Maspion, Alim Markus, di salah satu pabriknya di Surabaya, Sabtu (16/2/2019).

Diskusi santai itu berlangsung gayeng. Gelak tawa terdengar mengiringi diskusi. “Cintailah produk-produk Indonesia,” ujar Maruli dan Alim Markus, disambut tepuk tangan ribuan buruh.

Maruli lantas menceritakan sekilas pengalaman hidupnya. “Saya ini dulu juga kerja di pabrik setelah lulus STM jurusan listrik. Lalu saya merantau naik kapal terombang-ambing tujuh hari di tengah laut menuju NTT. Di NTT saya jadi tukang kebun, tugasnya siram bunga,” ujar Maruli.

Dengan kerja keras itu, lanjut Marul, perlahan nasibnya membaik. “Terus bekerja yang rajin, kreatif, inovatif,” pesan Maruli.

Caleg dari dapil Surabaya-Sidoarjo itu menambahkan, salah satu isu krusial yang wajib diperhatikan bersama saat ini adalah korupsi. Kata Maruli, Korupsi menghambat dunia usaha.

“Kalau perizinan sulit karena korupsi, perusahaan enggak bisa maju, akhirnya enggak bisa serap tenaga kerja. Yang rugi rakyat, bapak/ibu semua. Tapi kalau perusahaan berkembang, buruh sejahtera,” kata Maruli.

Maruli juga mengapresiasi Maspion sebagai kelompok usaha dengan penyerapan tenaga kerja lokal sangat besar. “Di sini kita buktikan bahwa isu serbuan pekerja asing ke Indonesia itu hoaks besar. Seperti di Maspion ini, dari 18.000 karyawan, pekerja dari luar negeri hanya segelintir saja,” ujarnya.

Editor.  :  Rusmiyanto