Marketplace Menjadi Solusi Bisnis di Masa Pandemi

oleh -
marketplace Ilustrasi
marketplace Ilustrasi

Kita pasti sudah sering mendengar istilah marketplace. Belakangan ini, industri marketplace Indonesia memamh sangat berkembang. Mereka membuat masyarakat Indonesia untuk bisa berbelanja hanya dengan satu klik saja di rumah sendiri. Marketplace adalah sebuah webset atau aplikasi online yang memfasilitasi prose jual beli dari berbagai toko. Sebenarnya online marketplace memiliki konsep yang kurang lebih sama dengan pasar online. Pada dasarnya, pemilik marketplace tidak bertanggung jawab atas barang-barang yang dijual karena tugas mereka adalah menyediakan tempat bagi para penjual yang ingin berjualan dan membantu mereka untuk bertemu pelanggan dan melakukan transaksi dengan lebih simpel dan mudah.

Transaksinya sendiri memang diatur oleh marketplacenya. Kemudian setelah menerima pembayaran, penjualan akan mengirim barang ke pembeli. Salah satu alasan mengapa marketplace terkenal adalah karena kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaan. Banyak yang menggambarkan online marketplace seperti departement store. Marketplace pertama kali mulai menjadi populer pada tahun 1995. Pada tahun itu, Amazon dan eBay mulai terkenal dan banyak orang yang menggunakannya. Di tahun itu juga sebuah bank di Amerika bernama The Presidential Bank meluncurkan online bangking pertama. Pada tahun 1998, Playpal diluncurkan dan memberi kemudahan lebih banyak untuk transaksi online. Di Asia sendiri, Jack Ma meluncurkan Alibaba di China pada tahun 1999.

Sudah lewat dua dekade dan industri marketplace terus berkembang. Sekarang, Anda bila menemukan banyak marketplace untuk berbagai kategori; mulai dari baju sampai bahan kerajinan. Di Indonesia sendiri, kita sudah memiliki beberapa marketplace lokal terkenal seperti Tokopedia dan Bukalapak. Kedua marketplace ini sudah sangat sukses di Indonesia sampai mereka menjadi 2 dari 4 Start Unicorn di Indonesia.

Horizontal dan Vertical Marketplace
Horizontal marketplace menjual berbagai produk dengan kategori yang berbeda-beda. Tokopedia dan Bukalapak masuk ke dalam jenis marketplace yang satu ini. Di kedua website tersebut, anda bisa menemukan banyak barang, mulai dari buku, furniture, makanan, baju, mainan anak, gadget, dan masih banyak lagi. Biasanya, horizontal marketplace menampilkan dirinya sebagai toko serba ada dan mengangkat kenyamanan sebagai selling pointnya.

Dibanding dengan horizontal marketplace, vertical marketplace lebih bersifat spesial. Marketplace yang dikategorikan ebagai vertical marketplace adalah website yang menjual produk dari satu jenis yang sama. Mialnya, sebuah marketplace yang hanya menjual keperluan bayi atau sepatu. Untuk berjualan di vertical marketplace, anda bisa menunjukkan produk anda dengan lebih baik. Marketplace Terbesar di Dunia Mungkin ada dari kita yang penasaran marketplace apa saja yang ada di dunia? Berikut beberapa marketplace terbesar di dunia. Amazon, marketplace pertama kali yang di dirikan pada tahun 1995. eBay, marketpalce yang digunakan 167 juta pengguna aktif di 190 pasar di dunia. Alibaba, marketplace terbesar di Cina yang memiliki ratusan juta pelanggan.

Marketplace Terbesar di Indonesia
Industri marketplace juga bisa di bilang ebagai salah satu industri besar di Indonesia. Pasti anda menyadari bahwa dalam beberapa tahun belakangan kita sudah bisa belanja online dengan lebih mudah secara online. Salah satu marketplace terbesar di Indoneia adalah Tokopedia, yang sudah mendapatkan funding dari Softbank Vision Fund.

Dan ada juga Tokopedia, yang sudah mendapatkan funding dari softbank Vision Fund. Bukalapak, yang mengutamakan kemudahan dan keandalan platformnya. BliBli, JD.ID, Shopee Indonesia, Elevenia, dan masih banyak lagi marketplace yang berada di Indonesia. Di Kabupaten Jombang, Jawa timur. Demi meningkatkan inovasi baru berjualan di tengah pandemi, Pemkab Jombang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jombang akan segera melaunching aplikasi marketplace. Launching aplikasi Marketplace direncanakan akan digelar di Pendopo Kabupaten Jombang pada 23 September 2020 mendatang.

Nama aplikasi layanan marketplace masih dirahasiakan menunggu launching, ungkap Akromanuddim ahli IT Dikopum Jombang. Marketplace ini diperuntukkan bagi produk lokal masyarakat Kabupaten Jombang sebagai wadah untuk memasarkan produk UMKM dijombang secara online. Adapun tujuan dibentuknya Marketplace kali ini dalam rangka mengembangkan transaksi elektronik, yang memang Kabupaten Jombang ditunjuk sebagai leading sektornya. Serta adanya sistem online ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan bagi para pelaku usaha yang mengalami hambatan melakukan penjualan secara offline di era pandemi covid-19.

Sedangkan syarat menggunakan aplikasi ini yaitu produk sendiri atau produk sendiri, produk di jombang, label sesuai standar aturan PP No.69 tahun 1999 tentang label dan iklan, kemasan yang menarik (diusahakn tidak memakai kemasan plastik biasa), mempunyai merek produk. Adapun caranya agar masyarakat bisa memasaran pada aplikasi tersebut yaitu dengan datang ke Diskopum Jombang untuk proses verifikasi produk sesuai standar.

Deskripsi produk dengan lengkap dan sekaligus foto produk yang ditampilkan harus menarik. Sementara untuk masyarakat yang mau memasarkan produknya harus datang ke Diskopum untuk proses verifikasi. Belum bisa dilakukan mandiri oleh perorangan dirumah. Nantinya masyarakat akan diajari cara praktik jual beli di marketplace yang telah dilaunching dengan menggunakan 2 metode pembayaran, transfer yang dapat dilakukan via phone dan chas on delivery (COD) dengan menggunakan QR board.

Semua pelaku usaha dapat bergabung untuk ikut serta menjualkan dagangannya di Marketplace yang telah dibuat. Akromanuddin berharap masyarakat mampu memanfaatkan peluang ini.

Pemkab Jombang berharap para pelaku UMKM khususnya di Kabupaten Jombang meskipun pandemi mampu berjualan darirumah masing-masing dengan metode online yang difasilitasi oleh marketplace ini agar terus bangkit perekonomian masyarakat.

VIN