Maraknya Pencurian Kayu di Blitar, PMII dan Pegiat Lingkungan Geruduk Kantor KPH

oleh -

BLITAR: Ratusan Mahasiswa dan penggiat lingkungan melaksanakan aksi Unjuk Rasa di di depan kantor KPH Blitar, Kamis (16/07) Pagi. Hal tersebut dilakukan karena maraknya pencurian kayu dan penggunaan lahan secara ilegal di Kabupaten setempat.

Pantauan dilokasi, terlihat ratusan mahasiswa dan warga pegiat lingkungan menggelar aksi damai di depan kantor KPH Blitar beralamat di Jl. S Supriadi No. 168 Bendogerit Sananwetan Kota Blitar. Orasi disampaikan secara bergantian.

M.Nur Robit selaku Koordinator lapangan (Korlap) aksi menyampaikan banyak sekali oknum oknum yang mencuri kayu di Blitar. “Kami menuntut agar pihak KPH segera bersama sama kamu dan mendesar Polres Blitar agak menangkap pelaku pencurian kayu di rumah dinas KRPH Jemblung BKPH Lodoyo Timur,”Ujarnya saat berorasi dihapadan masa aksi.

Masih Robit, pihaknya (PMII Blitar) akan terus mengawal kasus ini hingga ke ranah hukum. Mengingat banyaknya rangkaian pencurian dan juga penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan keputusan Direksi Perum Perhutani nomor 934/kota/Dir/2016 tentang pedoman Agroforestri Tebu untuk mendukung ketahanan pangan dalam kawasan hutan produksi perum perhutani.

Hal senada juga disampaikan M Fathur Rohman selaku ketua PC PMII Blitar, pihaknya menuntut pihak KPH untuk menutup lahan garapan tebu yang tidak mematuhi Pasal 6 (ayat2). “Bunyi pasal tersebut jelas Jumlah tanaman kehutanan perhektar rata rata dalam satu petak minimal 400 pohon, karena di dalam kenyataannya justru tanaman jati yang ada tidak dimatikan dan dicuri,”Tandasnya.

Setelah berorasi beberap jam, akhirnya dari pihak KPH bersedia keluar dan menandatangani nota kesepakatan bersama dan dilampirkan beberapa point tuntutan. Usai melaksanakan aksi damai semua peserta membubarkan diri masing-masing. NOE