Mantan Satpam Jambret di Surabaya, Menangis Usai Kaki Tertembus Peluru

oleh -
Pelaku saat berada di Mapolsek Tegalsari didampingi Kapolsek dan Kanit Reskrim.

SURABAYA – Usai melakukan aksi penjambretan, warga Kupang Panjaan, Surabaya tersungkur. Itu setelah pria yang bernama Yani Arofiq (35), didor Petugas Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya.

 

Pelaku yang mantan Satpam pertokoan ternama di Surabaya ini dibekuk usai menarik paksa handphone (HP)  milik pelajar yang hendak bersekolah.

 

Kepada petugas pelaku ini mengaku baru sekali melancarkan aksi penjambretan itu karena terdesak kebutuhan ekonomi setelah dipecat dari satuan pengamanan (Satpam).

 

Tersangka ini merupakan pelaku penjambretan HP milik Stenen Limbono (15), warga Surabaya, pada Rabu (12/9/2018) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban sedang berangkat kesekolah naik Gojek yang saat itu menggunakan Hanphone merk iphone.

 

Sebelum beraksi pelaku ini lebih dulu berkeliling pagi hari itu untuk mencari sasaran dan ketika melihat korban yang saat itu hendak ke sekolah pelaku akhirnya langsung beraksi.

 

Kapolsek Tegalsari Surabaya Kompol David Triyo Prasojo menjelaskan, pelaku kemudian melarikan diri setelah membawa HP korban. Dengan menggunakan sepeda motor, namun pelaku itu sempat dikejar oleh saksi Wawan bersama korban.

 

Tim Opsnal Reskrim sewaktu melaksanakan kring Serse di Jalan Diponegoro mendengar teriakan jambret dari seorang laki-laki yang sedang dibonceng sepeda motor.

 

Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku hingga ke Jalan Diponegoro Surabaya.

 

“Atas kejadian tersebut anggota melakukan pengejaran dan melakukan penangkapan. Saat itulah tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas dengan ditembak pada kaki karena berusaha melawan,” sebut David, Rabu (12/9/2018).

 

Lanjut David, memang benar, yang bersangkutan merupakan pensiunan Satpam yang tercatat selama tiga tahun pelaku ini menjadi tenaga satuan pengamanan di salah satu pusat pembelanjaan di Surabaya.

 

Pelaku beserta barang bukti berupa satu buah HP dan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna putih dengan Nopol L-3585-QX yang digunakan pelaku melakukan kejahatan dibawa ke Mapolsek Tegalsari.

 

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang ancamannya penjara hingga 5 tahun. (Bay)