Mantan Pacarnya Nikah dengan Pria Lain, Pemuda Ini Habisi Suaminya

oleh -

SUMENEP:  Tersangka kasus pembacokan yang terjadi di Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, akhirnya menyerahkan diri ke Polsek setempat.Tersangka menyerahkan diri didampingi oleh pihak keluarga dan sejumlah tokoh masyarakat desa setempat. Tersangka juga menyerahkan berupa sejumlah barang bukti yang dipakai untuk membunuh korban.

“Alhamdulillah, tak sampai 1 kali 24 jam tersangka berhasil kami amankan. Tersangka menyerahkan diri ke Polsek Manding,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriyadi, Senin 10 Februari 2020 saat konferensi pers.

Semula, kata Deddy, pelaku melarikan diri dari kejaran pihak kepolisian. Namun, polisi juga telah mengunci lokasi pelaku. Termasuk menjaga hampir setiap titik yang biasanya dilalui pelaku.

“Satreskrim mencari tersangka yang sempat kabur. Pengejarannya dilakukan diberbagi titik. Termasuk lokasi-lokasi yang biasa dilalui oleh tersangka ini,” jelasnya.

Adapun kejadian tersebut terjadi pada Sabtu 8 Februari 2010 sekira pukul 14.00 Wib. Saat itu, korban Achmad Wakid bersama dengan mertuanya Busiya membajak sawah.

Namun tiba-tiba datang pelaku pembacokan Ennan dengan menenteng sebilah celurit. Merasa aneh dengan Ennan, korban sempat melarikan diri. Aksi kejar-kejaran antara pelaku dengan korban sempat terjadi. Sampai pada akhirnya korban terjatuh dan langsung pelaku membacokkan celuritnya ke perut korban sebanyak 3 kali. Korbanpun roboh seketika. Kemudian Ennan melarikan diri sambil membawa barang bukti celurit yang dibacokkan ke korban. “Mertua korban shock, hanya bisa histeris minta tolong. Warga kemudian datang dan membawa korban ke Puskesmas,” ceritanya.

Namun sayang, korban tak terselamatkan. Mengingat kucuran darah yang keluar dari tubuhnya membuatnya harus kehilangan nyawa.

“Akibat kejadian tersebut korban meninggal dunia dengan bekas tusukan celurit pada perut sebelah kiri dengan panjang 20 cm, dengan kedalaman 10 cm,” jelasnya.

“Modusnya itu sakit hati kepada korban karena menikahi bekas pacarnya,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, pelaku terancam Pasal 338 subsider Pasal 351 dengan ancaman hukuman selama-lamanya 20 tahun penjara atau seumur hidup,” tandas Deddy.(Noe)