Mahasiswa Unmuh Sidoarjo Meninggal Dunia Saat KKN di Jombang

oleh -

JOMBANG – Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Unmuh) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumah tempat ia menginap saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Jarak, Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Senin (21/01/2019).

Peristiwa tersebut sempat menggegerkan teman-teman sesama mahasiswa, lantaran korban saat ditemukan sudah dalam kondisi kaku dan terlentang di atas tempat tidurnya.

Korban bernama Muhammad Lutfifathul Hudah (23), asal dari Dusun/Desa Sambiduplang, Kecamatan Sumber Gempol, Kabupaten Tulungagung. Ia adalah salah satu mahasiswa yang mengikuti KKN.

Bayu (21), salah satu teman yang satu kelompok dengan korban saat KKN mengatakan, terakhir mereka ngobrol pada Minggu sekitar pukul 23.00 WIB. Kemudian pagi harinya korban diketahui sudah tak bernyawa.

“Kemarin malam itu kami berempat masih sempat ngobrol sekitar jam 11, kemudian korban masuk kamar. Saat bangun pagi setelah saya selesai masak tiba-tiba teman saya yang lainnya berteriak saat membangunkan korban. Ternyata ia sudah kaku dan meninggal,” ucapnya saat ditemui Kabarjatim.com.

“Kejadian meninggalnya korban diketahui sekira pukul 07:30 WIB. Korban tidak mengeluhkan sakit apa-apa, tapi kalau kedinginan dia tidak kuat,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Aziz Pratas Guspitu memaparkan, dari keterangan teman-teman korban, Muhammad Lutfifathul Hudah mempunyai riwayat sakit maag. “Dugaan sementara korban meninggal akibat penyakit maag yang dideritanya. Menurut kesaksian teman – temannya, ia sering membeli obat maag,” ujarnya.

“Untuk dugaan lainnya kita masih belum tahu. Sementara kita bawa jenazah ke RSUD Jombang guna dilakukan visum sambil menunggu pihak keluarganya datang,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, ada sebanyak 14 mahasiswa yang mengikuti KKN di Desa Jarak Kulon sejak (16/01). Rinciannya, 10 mahasiswi dan 4 mahasiswa.

Usai dilakukan evakuasi, jenazah tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang, menggunakan ambulans guna dilakukan autopsi.

Editor: Ahmad Saefullah