Lima Nelayan Sumenep Dikabarkan Hilang di Perairan Arjasa

oleh -
Ilustrasi
Ilustrasi

SUMENEP-Lima nelayan asal Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikabarkan hilang. Informasi yang diterima media ini, para nelayan tersebut berangkat dari Desa Romben Barat, Dungkek, dan sudah sekitar satu bulan mencari ikan di perairan Pulau Kangean.

Kemudian pada 29 Januari 2019, mereka memberikan kabar ke pihak keluarga untuk pulang ke Kecamatan Dungkek. Namun, setelah ditunggu-tunggu ternyata kelima nelayan ini tak kunjung tiba.

Pihak keluarga juga sempat mencari kabar terkait keberadaan para nelayan itu, namun hingga 29 Januari 2019 sekitar pukul 10.30 Wib, para nelayan tersebut tidak bisa dihubungi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada nelayan yang hilang kontak.

Rahman juga mengaku sudah mendapat laporan dari Camat Dungkek terkait hilangnya lima nelayan itu. “Sudah (laporan), kami juga sudah kordinasi dan meminta bantuan dari Tim Basarnas,” terangnya

Rahman Riadi menegaskan bahwa tim Badan SAR Nasional (Basarnas) saat ini tengah menuju lokasi hilangnya lima nelayan tersebut. Kemungkinan besar, mereka hilang di perairan Arjasa.

“Sejak tadi pagi Kapal Basarnas KM Widuri 225 sudah meluncur dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, ke sekitar lokasi kejadian untuk melakukan pencarian,” katanya, Jumat (1/2/2019).

Dari data laporan yang diterima, kelima nelayan yang dikabarkan hilang itu yakni bernama Sa’a, Muhlis, Matra’e, Niatun. Semuanya warga Desa Romben Barat. Sementara satu nelayan lainnya ialah Sahnari, warga Desa Candi.

“Mudah-mudahan nelayan yang hilang dapat ditemukan dan cuaca mendukung sehingga proses pencarian berjalan lancar,” tandasnya.