Legislatif Sumenep Desak Eksekutif Perbaiki Regulasi Soal Alat Transportasi Laut

oleh -

SUMENEP: Salah satu anggota legislatif di Sumenep, Jawa Timur, mendesak agar pemerintah setempat segera memperbaiki regulasi alat transportasi laut. Hal itu dianggap perlu setelah kemacetan sering terjadi di Pelabuhan Kalianget.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Akis Jazuli mengaku jika kemacetan di Pelabuhan Kalianget merupakan adanya regulasi yang kurang tepat. Sehingga alat transportasi di pelabuhan tersebut tidak mencukupi, akibat dari itu antrian panjang pun sering terjadi.

“Dengan hanya satu atau dua armada yang beroperasi itu menyebabkan transportasi di pelabuhan tersebut sering macet, makanya regulasi itu perlu diperbaiki,” katanya.

Dia mengaku jika ingin mengantisipasi kemacetan itu, harus ada penambahan armada laut yang beroperasi minimal empat armada sekaligus penambahan dermaga di pelabuhan tersebut. “Kalaupun sudah ada pelabuhan lain, harus mulai dioperasikan,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga mendesak, supaya pemerintah mulai mencanangkan adanya jembatan penghubung antara Kecamatan Talango-Kalianget tersebut.

Hal itu kata dia bukan tanpa alasan, tentu saja tujuannya demi meminimalisir kemacetan yang sering terjadi seiring padatnya alat transportasi. “Paling tidak pemerintah sudah mulai berpikir ke arah ini,” imbuhnya.

Selama ini, dirinya menilai bahwa Intansi terkait sampai saat ini belum maksimal dalam upaya mengurai kemacetan di pelabuhan tersebut. “Masih belum begitu signifikan. Namun, selain itu kami juga mengapresiasi langkah yang sudah diambil oleh pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sumenep (Dishub) Agustino Sulasno mengatakan, bahwa kemacetan di pelabuhan talango-kalianget tersebut tidak terjadi setiap hari, melainkan insidentil.

“Sementara ini penyebrangan Talango-Kalianget itu sudah ditambah satu kapal lagi. Ada tiga yang beroperasi,” sebutnya.

Agus menambahkan, jika dalam kondisi padat tiga kapal akan dioperasikan. Akan tetapi, jika dalam kondisi biasa, pihaknya mengklaim dua kapal sudah cukup. “Tidak macet setiap hari, ada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang lebaran, di hari itu dua armada sudah cukup,” tegasnya. NOE