LBH NU Apresiasi Kinerja KPK

oleh -

SIDOARJO : Pasca Lengsernya beberapa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak membuat anti rasuah redup. Hal itu dibuktikan atas penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dalam Operasi Tangkap Tangan dilingkungan pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Samiadji Makin Rachmat mengapresiasi atas kinerja KPK. Menurutnya meski dihempas dengan berbagai persoalan untuk pelemahan KPK, nyatanya tak membuat anti rasuah redup.

“ternyata KPK masih bertaji, pasca lengsernya sejumlah pegawai, tidak membuat KPK lemah, derrtan aksi OTT masih berlanjut,” ujar Makin Rachmat, Rabu, 25 November 2020.

Termasuk penangkapan yang dilakukan KPK terhadap belasan orang dilingkungan KKP berikut Menterinya, Eddy Prabowo. Selain kritis, KPK juga anti kritik dan bahkan memiliki kontrol yang baik terhadap penyalahgunaan keuangan negara.

“Mereka juga tidak apriori terhadap tantangan yang dihadapi. Saya rasa kinerjanya sudah oke,” tegasnya.

Meski demikian dia berharap, adanya dewan Pengawas KPK dan Komite Etik KPK bisa saling bersinergi untuk memberantas kasus korupsi yang ada di Indonesia. Sehingga segala bentuk pembangunan, hingga kesejahteraan masyarakat bisa terealisasi dengan baik.

Komisi Pemberantasan Korupsi Menangkap 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) dilingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satunya, Menteri KKP, Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi.

Edhy ditangkap dikawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Rabu, 25 November 2020 sekitar pukul 01.23 Wib dinihari. Diduga mereka terlibat kasus korupsi ekspor benih lobster.

Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan, dan menentukan status pihak pihak yang ditangkap dan diumumkan dalam konferensi pers nanti. NOE