Layanan SKNBI di Sempurnakan, Persiapan Quick Win Bank Indonesia 2025

oleh -

SURABAYA – Penyempurnaan layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang dibentuk oleh Bank Indonesia akan diberlakukan pada 1 September 2019.

Penyempurnaan ketentuan SKNBI melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.21/8/PBI/2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/9/PBI/2015 tentang Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal oleh Bank Indonesia.

Serta ketentuan teknis dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 21/12/PADG/2019 tentang Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring terjadwal oleh Bank Indonesia. Tentang penyempurnaan SKNBI dibahas oleh Kantir Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim pada Jumat (30/8/2019) bersama awak media.

Hadir sebagai nara sumber Amanlison Sembiring, selaku Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur dan Abrar selaku Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Prov Jatim.

​Bank Indonesia mendorong Sistem Pembayaran yang lebih efektif dan efisien melalui penyempurnaan. SKNBI adalah infrastruktur yang digunakan oleh Bank Indonesia dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal untuk memproses data keuangan elektronik (DKE) pada Layanan Transfer Dana, Layanan Kliring Warkat Debit, Layanan Pembayaran Reguler, dan Layanan Penagihan Reguler.

​“Terdapat sejumlah pokok penyempurnaan SKNBI, diantaranya penurunan biaya dari maksimal Rp5.000,- menjadi maksimal Rp3.500 sehingga layanan transfer dana menjadi lebih murah, proses setelmen SKNBI yang semula dilakukan setiap 2 jam dipercepat menjadi setiap 1 jam dan peningkatan batas nominal transaksi transfer dana dari maksimal Rp.500 juta menjadi Rp.1 miliar dengan tujuan mengakomodasi kebutuhan masyarakat, baik individu maupun korporasi, untuk transaksi dengan nominal yang lebih tinggi,” jelas Amanlison Sembiring.

Ketentuan berlaku mulai 1 September 2019., dan akan siap keseluruhan 112 bank telah siap untuk mengimplementasikan kebijakan terbaru SKNBI. Sosialisasi kepada nasabah terkait kebijakan SKNBI akan wajib diberikan oleh masing masing bank.

Penyempurnaan ketentuan SKNBI antara lain, untuk periode Setelmen. Saat ini untuk layanan transfer dana dilakukan 5 kali dalam sehari, namun dengan kebijakan baru akan dikakukan 9 kali dalam sehari.

Service Level Agreement (SLA), saat ini penyelesaian transaksi dilakukan tiap 2 Jam masing-masing di Bank Pengirim dan Bank Penerima. Dan kebijakan baru penyelesaian transaksi  dilakukan maksimal 1 Jam masing-masing di Bank Pengirim dan Bank Penerima.

Pricing SKNBI untuk saat ini yang dikenakan kepada nasabah layanan transfer dana maksimal Rp.5000,- untuk semua Layanan SKNBI, ketentuan baru menjadi Rp.3500,-. Capping Transaksi untuk saat ini dari senilai Rp.500 juta untuk semua Layanan SKNBI.

Untuk kebijakan baru menjadi Rp 1 miliar untuk Layanan Transfer Dana dan Layanan Pembayaran Reguler dan Rp 500 juta untuk Layanan Kliring Warkat Debit dan Layanan Penagihan Reguler.

“Kebijakan ini merupakan quick win Bank Indonesia menuju blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025,” tutup Amanlison.