Kunci Agar Perusahaan Surabaya Sukses Rekrut Karyawan Milenial

oleh -

SURABAYA – Headhunter Indonesia merupakan konsultan tentang sumber daya manusia di 500 perusahaan dari 19 negara di Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Serikat hingga Rusia, dan telah merekrut 700 tenaga kerja profesional.

Tantangan bagi Indonesia tentang tenaga kerja generasi Milenial.

Dunia pekerjaan sedang mengalami masa transisi di mana karyawan yang berumur muda atau generasi Milenial sudah terhitung antara 50-70 persen. Generasi Milenial mereka yang lahir pada era tahun 1981-1996. 

Perbedaan usia, perspektif dan cara pandang antara Gen X sebagai angkatan kerja pendahulu dan Generasi Milenial menjadi tantangan yang membuat perusahaan seringkali kesulitan merekrut dan mempertahankan karyawan Milenial.

Salah satu kesulitan yang dihadapi kebanyakan perusahaan adalah menjamin loyalitas karyawan Milenial terhadap perusahaan. Berdasarkan Deloitte Millennial Survey 2018.

43 persen Milenial berencana untuk berhenti dari tempat kerja mereka dalam kurun waktu dua tahun, dan hanya 28 persen yang berencana menetap dengan perusahaannya saat ini sampai lebih dari lima tahun.

Sementara dari hasil survei Headhunter Indonesia terhadap 217 Generasi Milenial di Pulau Jawa, terdapat sejumlah faktor utama yang menyebabkan Milenial tidak bertahan lama dan akhirnya membuat angka turnover perusahaan menjadi tinggi.

Antara lain faktor penunjangnya yaitu, Milenial merasa kurang mendapat pelatihan dan pengembangan diri. Mereka berasumsi cara untuk mengembangkan potensi diri adalah dengan berpindah tempat kerja yang dirasa lebih baik.

Dan kurang kepercayaan dari para manajer senior terhadap Milenial. Milenial tidak merasakan nilai dan visi misi perusahaan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Juga faktor Milenial merasa sulit berkomunikasi dengan atasannya yang berasal dari Gen X.

Sehingga konsultan sumber daya manusia Headhunter Indonesia memiliki tips bagi perusahaan di Surabaya dan Jawa Timur yang ingin merekrut atau mempertahankan karyawan Milenial. 

Sepeti yang diutarakan oleh Haryo Utomo Suryosumarto, Founder & Managing Director Headhunter Indonesia, pada Kamis (2/5/2019) di Sheraton Surabaya. “Banyak perusahaan salah paham menarik perhatian Milenial dengan membangun playground di kantor. Padahal menurut survei kami, bukan itu yang akhirnya membuat karyawan Milenial bertahan”, ujarnya.

Survei menemukan bahwa setidaknya ada tiga prioritas utama yang harus dilakukan perusahaan di Surabaya dan Jawa Timur untuk bisa sukses merekrut dan mempertahankan karyawan Milenial, yaitu:

Menciptakan persahabatan di tempat mereka bekerja. Memiliki hubungan seperti seorang sahabat dalam satu perusahaan membuat karyawan Milenial makin setia. Membangun hubungan yang tidak kaku perlu dimulai dari level manajemen senior, supaya bisa menular dengan cepat pada seluruh karyawan. Menyediakan ruang untuk Milenial berkarya dan memberikan yang terbaik

Generasi Milenial memberi nilai tambah kepada pekerjaan yang bisa mendorong mereka untuk mengembangkan diri. Mereka lebih tertarik dengan pekerjaan yang memberikan kebebasan untuk mengembangkan kreativitas dan ide-ide baru, dan cenderung menganggap pekerjaan yang monoton sebagai kurang menarik. Melibatkan dan menjadikan Milenial bagian dari kesuksesan perusahaan

Karyawan Milenial perlu merasa terlibat sebagai bagian penting dari perusahaan, dan ingin melihat hasil kerja mereka berdampak riil bagi kemajuan perusahaan. Manajemen harus mengkomunikasikan dengan baik bagaimana perusahaan terbantu oleh pekerjaan yang dikerjakan oleh para Milenial setiap harinya.

Editor. : Rusmiyanto