KPU Sumenep Akui Pilkada 2020 Ujian Terberat Penyelenggara

oleh -
Caption: Kantor KPU Sumenep, Jalan Asta Tinggi, Kebon Agung Sumenep
Caption: Kantor KPU Sumenep, Jalan Asta Tinggi, Kebon Agung Sumenep

SUMENEP: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengakui jika pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 merupakan ujian terberat bagi penyelenggara. Sebab Pilkada yang jatuh pada 9 Desember nanti adalah pelaksanaan Pilkada yang jauh berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, setiap penyelenggara harus benar-benar steril dari penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

“Memang dibandingkan Pilkada yang lalu, ini lebih berat sebenarnya, karena kita tidak dalam kondisi normal. Dulu lebih bebas karena tidak terpikirkan adanya kondisi seperti ini,” kata Komisioner KPU Sumenep, Rafiqi Tanzil, Senin siang.

Kata dia, konsentrasi KPU saat ini tidak hanya menyangkut tahapan Pilkada saja. Melainkan juga keselamatan penyelenggara termasuk juga pemilih dari wabah Covid-19. “Kami harus mempertimbangkan mulai dari sosialisasi tahapan Pilkada dengan standart protokol Covid-19,” tegasnya.

Saking memastikannya agar semua penyelenggara steril dari penyebaran virus tersebut, dalam masa pencocokan dan penelitian (Coklit) yang akan digelar pada 15 Juli mendatang, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) harus dilakukan rapid test.

“Yang akan kami rapid itu ada 2.500 petugas PPDP. Kalau misal ada yang dinyatakan reaktif hasil rapidnya, maka otomatis harus diganti,” jelasnya.

Itu juga belum seberapa, lanjut Rafiqi. KPU juga akan melakukan rapid test selama berjalannya tugas petugas PPDP. “Apabila nanti di tengah perjalanan petugas PPDP ini reaktif, maka mengacu pada peraturan KPU ya harus berhenti. Kemudian tugas yang belum selesai itu harus dilanjutkan oleh PPS,” tandasnya. NOE