Korupsi P2SEM, Tiga Politisi Diperiksa Kejati Jatim

oleh -
ilustrasi korupsi
ilustrasi korupsi

SURABAYA-Proses penyidikkan dugaan kasus korupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) terus berlanjut. Sejumlah pihak mulai mulai pejabat dan eks pejabat pemerintah provinsi, giliran legislator dan mantan legislator DPRD Jatim diperiksa secara marathon pekan ini.

Hari ini, tiga anggota dan mantan anggota DPRD Jatim diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Mereka ialah Ketua PPP Jatim yang juga Ketua Fraksi partai tersebut di DPRD Jatim, Musyafa’ Noer; mantan anggota DPRD Jatim yang kini anggota DPR RI, Dja’far Shodiq; dan anggota DPRD Jatim dari PDIP, Islan Gatotimba.

“Ketiganya diperiksa sebagai saksi. Hadir semuanya. Besok ada lagi saksi yang dipanggil untuk perkara P2SEM,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung, kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).

Sebelumnya, empat mantan anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 telah diperiksa. Mereka ialah Ahmad Sufiyaji fraksi PKB, Lambortus Lovis Wajong fraksi Golkar, Masjkur Hasjim fraksi PPP dan Cholili Mugi. Ada juga yang sudah diperiksa mantan anggota DPRD Jatim yang kini legislator DPR RI, Gatot Soedjito.

Semua legislator dan eks legislator yang diperiksa saksi sebanyak 15 orang. Korupsi P2SEM ini mencuat setelah Mantan Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid keluar dari penjara sekitar tahun 2013. Fathorasjid dan beberapa eks terpidana P2SEM membentuk Tim Ranjau 9 serta Presidium Aliansi Masyarakat Jawa Timur dan Korban Politik P2SEM (Jatim-AM). Kemudian oleh Fathorasjid Cs diungkap sejumlah politisi yang diduga ikut korupsi berjamaah. Modusnya adalah memotong dana hibah.

Beberapa nama anggota DPRD Jatim disebut Fathorrasjid turut menikmati pemotongan dana hibah P2SEM di antaranya R (Fraksi PAN) Rp 31 miliar, Ir AS (Fraksi PKS) Rp 18 miliar dan AJ (Fraksi PKB) Rp 17 miliar.

Lalu FAF (Fraksi PPP) Rp 12,25 miliar, AS (Fraksi Golkar) Rp 11,55 miliar, AS (Fraksi PKB) Rp 5,580 miliar, alm S (Fraksi Demokrat) Rp 9,5 miliar, RH (Fraksi Golkar) Rp 5,560 miliar, DM (Fraksi PKB) Rp 3,5 miliar dan RA (Fraksi Demokrat) Rp 2,5 miliar.

Dia memberikan data pada 24 Oktober 2016 ke Kejati yang saat itu diketuai Maruli Hutagalung. Dan menjelang pensiuan 1 Mei 2018, Maruli sempat menyebut 15 orang anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 ikut kebagian P2SEM. Bahkan dua di antaranya masih aktif. Sementara Fathorrasjid meninggal dunia, 15 November 2017, kelanjutan data dan para penikmat utama P2SEM hinggaa saat ini belum tersentuh. @VIN