Kopri PMII Cabang Sampang Desak Kapolres Sampang Tangkap Semua Pelaku Pelecehan Seksual

oleh -

SAMPANG: Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Kopri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Sampang melakukan Aksi unjuk rasa di depan Kantor Polres Sampang. mereka menuntut Polres Sampang segera menangkap sejumlah pelaku pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur.

Dengan membentangkan spanduk dan sejumlah poster yang bertuliskan beberapa tuntutan, mahasiswa kopri juga melakukan orasi secara bergantian di depan kantor polres sampang. Dalam orasinya mereka meminta ketegasan kapolres sampang dalam menangani perkara pelecehan seksual terhadap wanita yang masih di bawah umur. Selain itu mereka juga menuntut kapolres sampang segera menangkap semua pelaku yang hingga saat ini masih belum tuntas.

Koordinator Aksi, Subaidah mengatakan Aksi unras ke Polres Sampang bertujuan untuk mempertanyakan sekaligus menuntut Kapolres Sampang segera menangkap semua pelaku dalam waktu 7 hari ke depan. Selain itu, mereka juga meminta agar memberikan perkembangan informasi serta mempublikasikan nama – nama dan menampilkan gambar pelaku. Mahasiswa juga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar bila tuntutannya tidak di indahkan.

“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar,”Jelasnya. Kamis, 24 September 2020.

Menanggapi hal itu, Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz ketika menemui demonstran menyatakan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur saat ini masih terus dilakukan. Bahkan, sudah ada tersangka yang berhasil diamankan. Kemudian hasil pengembangannya satu tersangka atas nama ferdi sudah di vonis 8 tahun penjara dan juga satu tersangka atas nama husnul baru di tangkap.

“Tersangka kekerasan seksual terhadap anak yang masih di bawah umur sebanyak 6 orang. Satu orang sudah di vonis dan satu orang baru di tangkap,” Jelasnya.

Kemudian kapolres berjanji dalam waktu dekat akan mengusut tuntas semua pelaku kasus tersebut yang saat ini masih tersisa empat pelaku. Menurutnya, dalam perkara apapun tidak ada niat untuk dihilangkan.

“Kami janji dalam waktu dekat semua pelaku bisa di amankan mohon waktu dan doa’nya,” Tandasnya. NOE