Khofifah Minta RS di Jatim Terapkan Layanan Telemedicine.

oleh -

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh rumah sakit di wilayahnya, menerapkan program layanan telemedicine. Inovasi ini untuk mengatasi masalah antrian pasien saat hendak berobat.

“Di Jatim sendiri ada dua rumah sakit yang telah menerapkan inovasi telemedicine, yakni RSUD Dr. Soetomo dan RSU Haji di Surabaya,” kata Khofifah, di Surabaya, Kamis (14/11/2019).

Menurut Khofifah, dua rumah sakit tersebut ditunjuk langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebagai rumah sakit pengampu penyelenggara uji coba program telemedicine. Ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK: 01.07/MENKES/ 682/ 2019 bulan Oktober 2019 lalu.

“Kedepan, dengan tantangan di bidang layanan kesehatan, seperti masalah antrian dan tunggu operasi, maka kami akan menerapkan program pelayanan telemedicine di sel-sel rumah sakit yang ada di Jatim,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, pedoman pelayanan “clinical guideline” untuk telemedicine di rumah sakit-rumah sakit di Jatim, akan disusun bersama. Sehingga metode pelayanan terhadap penyakit tertentu akan relatif sama di setiap rumah sakit yang ada di Jatim.

“Harapannya rumah sakit di Jatim menjadi jejaring pelayanan tingkat lanjut, yang terjaga mutunya. Rumah sakit dengan Tipe A dapat membantu proktoring, pada rumah sakit tipe A lain atau dibawahnya. Sistem ini sudah dilakukan di RSUD Dr Soetomo dengan RSAL untuk pasien bedah saraf dan terbukti bisa saling membantu dalam mengatasi antrian pasien,” kata Khofifah.

Kata Khofifah, kondisi geografis Provinsi Jatim yang sangat luas, sering menjadi barrier tersendiri untuk memeratakan pelayanan kesehatan. Selain itu, ketidak merataan fasilitas dan tenaga profesional kesehatan, juga menyebabkan variasi dalam status kesehatan mayarakat.

Dengan telemedicine maka insiden penyakit, profil kesehatan, sistem rujukan berjenjang dan terstruktur, dapat dilakukan dengan tepat dan cepat. Sehingga angka keparahan dan kematian dapat diturunkan, dan dengan demikian harapan hidup dapat ditingkatkan.

“Oleh karenanya diharapkan agar semua rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Jatim, dapat segera mengikuti program telemedicine Indonesia (Temenin). Sehingga Nawa Bhakti Satya untuk Jatim cerdas dan sehat, dapat segera terwujud di Jatim,” kata Khofifah.(Noe)