Khofifah Minta Kepala Desa Manfaatkan Dana Desa Untuk Tekan Kemiskinan di Jatim

oleh -

SURABAYA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meminta kepada seluruh kepala desa memanfaatkan dana desa untuk menekan angka kemiskinan. Di Jatim tingkat kemiskinan desa pada September 2019 mencapai 14,16 persen dan kota 6,77 persen.

“Saya minta kepala desa bisa memanfaatkan untuk kemiskinan di desanya. Apa kepala desa sanggup?,” ujar Khofifah, dalam sambutannya di hadapan ribuan kepala desa se- Jatim, pada acara Percepatan Penyaluran dan Pengelola Dana Desa di JX Intenational, Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Selain untuk kemiskinan, lanjut Khofifah, ada beberapa program prioritas penggunaan dana desa di Jatim. Di antaranya, pencegahan stunting (gizi buruk), penanganan desa tertinggal, pemenuhan sanitasi dan jamban keluarga, kegiatan pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi (BumDes, Desa Wisata, Produk Unggulan Desa, Pasar Desa), dan padat karya tunai desa.

“Untuk itu kami imbau kepada kepala desa, khususnya kepada para penerima program dana desa di tahap pertama tahun ini. Ini sesuai surat Gubernur Jatim No 411.2/2004/112.2/2019,” jelas Khofifah.

Menurut Khofifah, angka kemiskinan di Jatim bakal turun jika prekonomian masyarakat meningkat. Salah satu caranya dengan kegiatan padat karya tunai desa, yang sangat membantu dalam ketahanan ekonomi di desa.

“Sehingga ada perputaran uang dan daya beli mengalami kenaikan, karena ada pekerjaan. Tenaga kerjanya diprioritaskan pada kelompok miskin, dan penganggur. Sehingga semua masyarakat yang di desa itu kemudian menjadi dinamis,” ujarnya.

Khofifah juga meminta kepala desa aktif blusukan ke masyarakat. Tujuannya agar mengetahui apa yang terjadi di masyarakat, mengetahui bagaimana kondisi warganya. “Sehingga tahu apa yang harus diperbuat untuk membantu masyarakat. Kalau kita sering turun, dana desa bisa dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat,” kata Khofifah.(Noe)