Khofifah Libatkan KPK Cegah Korupsi di Jatim

oleh -

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakilnya Emil Elistianto Dardak berkunjunke Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK), Rabu (20/2/2019). Ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Khofifah-Emil dalam mewujudkan good and clean governance pada pemerintahannya. 

“Kedatangan kami ini, ingin mendapatkan panduan dari KPK, terkait langkah-langkah pencegahan terhadap area rawan korupsi,” kata Khofifah, dalam rilisnya kepada Kabarjatim.com.

Khofifah mengatakan, pendampingan dari KPK dibutuhkan agar Pemprov Jatim beserta perangkat yang ada, mampu menjabarkan setiap diskresi atau kebijakan yang masih tumpang tindih atau bertentangan. Sehingga dengan adanya pendampingan tersebut tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan  dikemudian hari.

“Pendampingan KPK sangat penting agar segala kebijakan mulai perencanaan, pelaksanaan sampai supervisi monitoring dapat dilaksanakan sesuai regulasi. Kami ingin menginventarisir urusan yang sering menjadi titik rentan dan rawan korupsi,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Khofifah, KPK akan melakukan Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) di Jatim pada tanggal 28 Februari 2019 mendatang. Acara itu nantinya akan dihadiri Gubernur, dan seluruh Bupati/Wali Kota se- Jatim.

“Sehingga setiap daerah bisa fokus memberikan pelayanan yang lebih transparan kepada masyarakat nantinya,” katanya.

Langkah yang akan dilakukan setelah bertemu dengan KPK, lanjut Khofifah, yakni akan segera mengumpulkan OPD di Pemprov Jatim, untuk melakukan langkah percepatan di sektor-sektor mana yang membutuhkan percepatan maupun efisiensi.

“Di Jatim kami istilahkan dengan Cettar yang memiliki maksud antara lain cepat, efektif, tanggap, transparan dan responsif. Dan cettar ini menjadi ruh bagi setiap OPD di Pemprov Jatim,” kata Khofifah.

Editor. : Rusmiyanto