Khofifah Dorong Agar Kediri Punya Asrama Haji Sendiri

oleh -
Khofifah Indar Parawansa (Khoiruddin/Kabarjatim)
Khofifah Indar Parawansa (Khoiruddin/Kabarjatim)

KEDIRI-Gubernur Jawa Timur terpilih untuk periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa mendorong agar ke depan Kediri memiliki asrama haji. Setelah pembangunan airport Kediri masuk dalam proyek strategis nasional.

Hal itu disampaikan Khofifah saat melepas 102 jamaah haji dari Muslimat di kantor PC Muslimat Kabupaten Kediri, Minggu (22/7/2018). Khofifah mengatakan load bandara Juanda Surabaya saat ini sudah over kapasitas.

Sedangkan saat ini pemerintah sudah memasukkan proyek pembangunan bandara Kediri dalam proyek strategis nasional. Rencananya bulan Maret 2019 mendatang, akan masuk ke tahap groundbreaking.

“Nah, di bandara Kediri ini sudah siap, run waynya akan sepanjang 3000 meter. Kalau sudah segitu, maka airbus akan bisa berangkat dari sana dan bisa langsung memberangkatkan embarkasi dari Kediri,” kata Khofifah.

Jika bandaranya sudah rampung, maka Khofifah akan mengupayakan agar di Kediri bisa jadi pemberangkatan jamaah haji. Yang bisa menampung pemberangkatan dari wilayah sekitar Kediri. Seperti Trenggalek, Blitar, dan juga Nganjuk.

“Menurut saya sudah harus dimulai pembangunan asrama hajinya. Sehingga benefit untuk Kediri juga akan bertambah, terlebih kalau penerbangan sudah menyediakan ke Makkah dan Madinah, maka arus haji dan umroh juga akan pesat,” kata Khofifah.

Dengan begitu, menurut Ketua Umum PP Muslimat NU ini airport Juanda bisa terurai. Dan sebaliknya, pendapatan Kediribhyga akan meningkat. Untuk asrama haji, dikatakan Khofifah, pemprov ke depan akan mendorong adanya asrama haji tersebut.

“Kalau dari kewenangannya asrama haji adalah kewenangan Kementerian Agama, saya rasa Kemenag bisa memprioritaskan embarkasi yang sudah siap dengan memanfaatkan tabungan haji,” kata Khofifah.

Tidak hanya di Kediri, Khofifah juga menyebutkan bahwa saat ini bandara di Jember juga sedang dilakukan perluasan dan pemanjangan runway. Sama dengan di Kediri, dirinya berharap di Jember juga akan bisa dijadikan tempat pemberangkatan jamaah haji.

“Jadi kalau bisa didistribusikan ke dua bandara lagi, maka Jawa Timur akan punya tiga embarkasi sehingga akan lebih ringan dan tidak akan crowded sebagaimana di Juanda saja,” ucapnya.

Namun hal tersebut tentunya harus didukung dengan kesiapan sarana dan prasana yang memadai di masing-masing titik embarkasi. @VIN