Categories: Politik Nasional

KH Anwar lskandar: Timur Tengah Hancur karena Politik, Jangan Ikuti Hawa Nafsu

Share

PENGASUH Pesantren Al-Amin Kediri, Jawa Timur, KH Anwar lskandar, meminta masyarakat untuk kembali merajut persatuan dan kesatuan. Upaya itu harus dilakukan masyarakat Indonesia dengan tidak mengikuti hawa nafsu dan terbuai dengan suhu politik yang memanas.

“Untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan, kita harus kembali ke ajaran Allah, kembali pada ajaran rasulullah saw yang bener jangan mengikuti hawa nafsu. Jangan mengikuti hawa nafsu jangan mengikuti politik hari ini,” kata Kiai Anwar.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena telah menyelesaikan berbagai tahapan hingga mencapai puncak tahapan Pemilu. Bangsa Indonesia, kata dia, harus banyak bersyukur karena pemilu berjalan dengan damai tentram dan sesuai dengan konstitusi.

Kemudian, dalam berbagai perspektif baik agama, politik, negara dan hukum, masyarakat Indonesia harus legowo bahwa hasil yang saat ini disampaikan KPU adalah apa yang menjadi keputusan rakyat. Menurutnya, kedaulatan rakyat adalah menjalankan aktivitas pemilu berdasarkan aturan yang berlaku. Jika ada yang dinilai janggal, tidak perlu teriak sana sini. Cukup melaporkannya ke lembaga terkait.

“Ini kedaulatan rakyat sudah sesuai dengan konstitusi yang ada. Kalau misalnya ada sesuatu yang dianggap tidak sesuai, silakan ajukan ke pihak yang memiliki otoritas,” ujarnya.

Selanjutnya sikap agar suasana kebangsaan semakin kuat yakni saling memaafkan terutama bagi pendukung fanatik yang sempat berseteru. Termasuk terus menjaga persatuan dan ukhuwah antaranak bangsa.

Ia mengatakan, keadaan negara negara Timur Tengah saat ini harus menjadi pelajaran berharga bagi warga Indonesia. Meski banyak sekali perbedaan, namun tidak dibenarkan saling menjatuhkan seperti melakukan makar dan sebagainya.

“Timur tengah yang berantakan seperti sekarang ini menjadi pelajaran berharga buat bangsa Indonesia. Saya kira perbedaan adalah bagian dari sunatullah. Jangan sampai kemudian kita terjebak pada hal-hal begitu. Apalagi sampai makar, melakukan hal hal yang inskonstitusional,” ucapnya.

Soal kinerja KPU, lanjut Kiai Anwar, tentu harus dimaklumi sebab KPU adalah manusia biasa yang tidak lepas dari sifat kemanusiaan. Namun, sebagai lembaga yang diberi amanat oleh UU, baginya, KPU telah bekerja secara optimal.

“Soal adanya dugaan kecurangan dan sebagainya, semua tidak perlu dipersulit karena konstitusi telah mendesainnya serapi mungkin. Itulah mengapa ada Bawaslu, DKPP dan lembaga lain yang bisa terlibat menyelesaikan persoalan pemilu,” kata Kiai Anwar.

Jurnalis
AHMAD SAEFULLAH

Terkini

Progres Kasus Pencemaran nama baik di Polres Kediri Kota, Jalan ditempat

KEDIRI: - Kasus dugaan pencemaran nama baik yang ditangani oleh Polres Kediri Kota, Jawa Timur, terkesan jalan ditempat. Pasalnya, kasus…

Minggu, 23 Februari 2020 21:49

Naik Bus Bayarnya Pakai Botol Bekas ada di Surabaya

SURABAYA -  Aplikasi Gobis atau Suroboyo Bus yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya merupakan aplikasi perpaduan sektor wisata dengan transportasi. Layanan…

Minggu, 23 Februari 2020 20:57

Kapal Mengangkut Pengantin Hilang Kontak Di Perairan Sumenep

SUMENEP - Rombongan perahu pengantin yang berangkat dari Pulau Sailus masuk wilayah Sulawesi dan akan menuju Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep,…

Minggu, 23 Februari 2020 20:51

Khofifah Akan Bangun Bandara Perintis di Pacitan

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana membangun Bandara Perintis di Kabupaten Pacitan. Tujuannya untuk mempermudah wisatawan berkunjung…

Minggu, 23 Februari 2020 11:50

PIRA Tuban Maksimalkan Peran Perempuan Sebagai Motorik Pembangunan

TUBAN - Sosok pucuk Pimpinan Cabang (PC) Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Kabupaten Tuban, akan segera beralih dan berganti dengan wajah…

Minggu, 23 Februari 2020 10:51

31 Siswa Dapatkan Golden Ticket Masuk UNAIR

SURABAYA - Penyelengaraan Airlangga Education Expo (AEE) 2020 mulai Jumat (21/2/2020) hingga Minggu (23/2/2020) secara langsung dibuka oleh Rektor UNAIR…

Minggu, 23 Februari 2020 10:00