Ketua KONI Jombang Resmi Ditahan Kasus Korupsi Dana Hibah

oleh -

JOMBANG: Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jombang, Tito Kadarisman resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jombang dalam kasus korupsi dana hibah yang mengakibatkan Kerugian negara sebesar Rp 275 juta. Penahan tersebut dilakukan setelah pada tanggal (7/12) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang menetapkan status Tito Kadar Isman menjadi tersangka.

Pantauan dilokasi, sebelum dilakukan penahanan, Tito yang datang pada pukul 09.00 WIB datang ke Kejaksaan Negeri Jombang untuk mengikuti pemeriksaan lanjutan didampingi oleh dua pengacara. Setelah dilakukan pemeriksaan, Tepat pukul 14.00 Tito langsung digiring ke Mobil Kejaksaan untuk dilakukan penahan di Lapas kelas II-B Jombang.

“Pada hari ini kami sudah melakukan langkah berikutnya berupa penahanan kepada tersangka atas nama TK selaku ketua KONI yang akan menjalani masa penahanan selama 20 hari kedepan, sehingga Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pelimpahan ke pengadilan,”Ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Yulius Sigit Kristanto saat menyampaikan Persrilis kepada wartawan. Jumat, 8 Januari 2021.

Ketua Koni Jombang, Tito Kadarisman Saat Menaiki Mobil Kejaksaan Negeri Jombang

Ia menambahkan, Lima saksi juga sudah memberikan keterangan untuk perkara kasus yang menjerat TK dalam Kasus Korupsi dana hibah. “Saksi Kemarin sudah datang, puji tuhan sudah datang sudah mengerucut untuk memperkuat alat pembuktian proses perkara yang atas nama tersangka TK tadi,”Imbuhnya

Saat disinggung apakah ada tersangka baru dalam kasus Korupsi dana Hibah KONI, Sigit menegaskan saat ini pihaknya fokus terhadap kasus dugaan korupsi dana hibah untuk kesekertariatan KONI, belum mengarah kepada anggaran yang diperuntukan untuk cabor.

“Jadi kita itu kan Koni ada dua Anggaran, Anggaran Kesekertariatan dan Cabor, kita fokus dulu ke yang Kesekertariatan, Jadi sabar, satu-satu dulu jangan dicampur. Untuk yang cabor nanti kita panggil kembali apakah ada alat bukti atau tidak, karena penyelidikan harus berdasarkan alat bukti bukan Asumsi,”Pungkasnya. NOE