Kemenag Jangan Dibikin Gaduh Soal Penunjukan Muslim Jadi Plt Dirjen Bimas Katolik

oleh -

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR, Iip Miftahul Choiry meminta Menteri Agama Fachrul Razi tidak terpengaruh adanya tekanan dalam pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Setiap pejabat yang ditempatkan, harus melalui mekanisme dan sesuai aturan.

“Setiap penempatan pejabat, pedomannya adalah aturan. Ada mekanismenya. Termasuk memilih pejabat yang memenuhi kelayakan dan kepatutan. Itu tidak bisa hanya dilihat dari golongan mana, dari suku apa dan agamanya apa,” kata Iip di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Pernyataan Iip meganggapi polemik penunjukan jabatan Plt Dirjen Bimas Katolik di Kementerian Agama. Posisi jabatan itu diisi sementara oleh Sekretaris Jenderal Kemenag, Nur Kholis Setiawan, yang notabene bukan beragama Katolik.

“Pada dasarnya kita memaklumi. Saya rasa Menag butuh waktu dalam memilih orang untuk mengisi kekosongan jabatan, dan juga tidak bisa sembarang, harus melalui open bidding,” ujarnya.

“Lagipula ini yang ribut-ribut kan netizen, akhirnya jadi bahasan, jadi gaduh. Sudan lah, Kementerian Agama jangan dibuat gaduh terus. Beri kesempatan Menteri Agama dan jajarannya untuk bekerja. Beri waktu Pak Fachrul Razi membenahi Kementerian Agama supaya lebih baik lagi. Jangan dibikin gaduh terus, nanti urusan umat malah terganggu,” tambah politisi muda Partai Persatuan Pembangunan ini.

Tentu, Iip berharap Kementerian Agama untuk bekerja cepat, segera isi kekosongan jabatan, sehingga target-target kinerjanya bisa tercapai dengan baik.

“Oleh kami di komisi delapan juga sudah diingatkan dan akan terus diingatkan. Kami juga pasti ‘pelototi’. Kalau ada yang kurang, pasti kami evaluasi lagi, kami ingatkan dan kami arahkan lagi,” ujarnya.