Kejari Sidoarjo Bantu Eksekusi Tahanan Kejari Waikabubak NTT

oleh -
Andris dijemput langsung oleh Kasi intel Kejari Waikabubak Iswan Noor dan Kasi Pidsus Kejari Waikabubak Soleman Bola dengan staf Kasi Pidum Kejari Sidoarjo di rumah pribadinya. (Muhaimin/Kabarjatim)
Andris dijemput langsung oleh Kasi intel Kejari Waikabubak Iswan Noor dan Kasi Pidsus Kejari Waikabubak Soleman Bola dengan staf Kasi Pidum Kejari Sidoarjo di rumah pribadinya. (Muhaimin/Kabarjatim)

SIDOARJO– Kejaksaan Negri (Kejari) Waikabubak Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeksekusi terpidana Andris Kuncoro warga Jl. Raya Tambakrejo B-7 RT 1 RW 4 Kec. Waru Sabtu (28/7/2018).

Andris dijemput langsung oleh Kasi intel Kejari Waikabubak  Iswan Noor dan Kasi Pidsus Kejari Waikabubak Soleman Bola dengan staf Kasi Pidum Kejari Sidoarjo di rumah pribadinya.

Sebelumnya Andris menjadi salah satu terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) TA 2014 senilai Rp 1,7 miliar di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sementara Kasi Pidum Kejari Sidoarjo I Wayan Sumertayasa mengatakan, Kejari Sidoarjo sifatnya membantu pihak Kejari Waikabubak untuk mengeksekusi Andris. Kebetulan terpidana Andris diketahui berada di wilayah hukum Sidoarjo.

“Kita sifatnya membantu Kejari Waikabubak untuk menjalankan putusan Kasasi MA dalam kasus korupsi pengadaan alkes di Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya,” katanya.

Wayan menambahkan, dalam putusan tingkat pengadilan Tipikor Kupang, Andri dituntut JPU 2,6 tahun. Namun dalam putusan di pengadilan, Andri di vonis bebas.

“JPU Kejari Waikabubak kemudian mengajukan Kasasi dan putusannya di Nomor 2129 K/PID.SUS/2017, Andri divonis bersalah dengan hukuman kurungan badan selama 4 tahun,” jelas Wayan.

Sebelumnya, dalam amar putusan di Pengadilan Tipikor Kupang, terdakwa Andris dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primair dan subsidair penuntut umum.

Hakim Ketua Edi Pramono dan hakim anggota Jimi Tanjung Uyama dan Ali Muhtarom juga memerintahkan agar terdakwa segera dibebaskan dari tahanan, memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya. @VIN