Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Musnahkan 42.742 Butir Pil Koplo

oleh -
Pemusnahan Barang Bukti (Bayu/Surabaya)
Pemusnahan Barang Bukti (Bayu/Surabaya)

SURABAYA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, melakukan pemusnahan barang bukti, yang diperoleh dari berbagai perkara. Antara lain, kasus narkotika dan perjudian.

Kepala Kejari Tanjung Perak, Rachmat Supriady, langsung memimpin proses pemusnahan barang bukti ini. Rachmat menjelaskan, pemusnahan barang bukti terkait dengan tindak pidana umum dan narkoba, selama periode Januari sampai September. Barang bukti yang dimusnahkan diakuninya relatif cukup sedikit.

“Tetapi tidak ada masalah, walaupun relatif sedikit, tetapi merupakan kewajiban kita, jangan sampai beredar lagi di masyarakat,” jelasnya, Kamis (20/9/2018).

Beberapa barang bukti yang dimusnahkan diantaranya, tindak pidana narkotika Ganja sebanyak 2 Kg, Sabu sebanyak 514.013 gram dari 180 perkara dan alat hisap dari 134 perkara.

Kemudian dalam perkara kesehatan juga dimusnahkan Pil double L (pil Koplo) dari tujuh perkara sebanyak 42.742 butir.

Dikatakannya, khusus untuk kasus narkoba, membuat petugas prihatin, karena ada pergeseran tren, dimana pengguna obat terlarang ini telah menyentuh anak anak, bahkan sebagian besar anak anak tersebut masih berstatus sekolah aktif.

“Karena itu tadi dari pergaulan, gaya hidup. Gaya hidup menggunakan itu. Dan tren lagi karena keputus asaan dari status keluarga yang pas pasan, larinya ke narkoba,” tambahnya.

Selain itu, kejahatan lainnya, yang menjadi sorotan adalah aksi penjambretan alias begal. Diakuinya, kasus jambret atau begal mendapat atensi tersendiri, karena di Kota Surabaya masih marak kasus tersebut. “Dark awal jadi instruksi dari pimpinan supaya ditindak tegas, karena mengganggu ketertiban masyarakat,” ucapnya.

Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, AKBP Suparti, dan Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Yusuf Wahyu. @VIN