Kata Gus Dur Al Qur’an Bisa Memberi Rahmat dan Laknat

oleh -

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikenal sebagai orang yang mukasyafah. Kata orang Jawa “Weruh Sak Durunge Winarah” atau Mengetahui sesuatu yang akan terjadi kelak. Terhadap para Hafidz Al Qur’an Gus Dur pernah berwasiat sebagaimana disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar, Jawa Barat, KH Mu’in Abdurrahim.

Kata Kiai Mu’in, Gus Dur pernah berwasiat bahwa Al Quran akan menjadi rahmat atau laknat. “Contohnya seperti Snouck Hurgronje pemecah belah Indonesia. Ia hafal Al-Qur’an secara keseluruhan tapi tidak bermaksud untuk menjaga, mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an melainkan ia ingin mengubah Al-Qur’an. Oleh karena itu ia dilaknati dan dimurkai Al-Qur’an,” papar Kiai Mu’in dalam Khataman Al-Qur’an Bilghoib 30 Juz seperti dikutip dari situs NU Online.

Masih kata Kiai Mu’in, bahwa Wasiat tersebut diberikan oleh Gus Dur sebagai pengingat bagi pengahafal Al-Qur’an untuk selalu konsisten menjaga dan mengamalkannya. Al-Qur’an akan menjadi rahmat jika penghafal mengamalkan isi kandungannya dan selalu menjaga hafalan Al-Qur’an. Namun, Al-Qur’an juga akan melaknati jika penghafalnya hanya ingin dipandang baik oleh orang banyak.

“Apalagi di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat dan semakin banyak penghafal Al-Qur’an,” imbuhnya.

Sebagai informasi, setiap tahunnya, Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo sudah terbiasa meluluskan puluhan santri penghafal Al-Qur’an. Para penghafal Al-Quran yang telah lulus juga ditampilkan pada haul pendiri pondok, KH Abdurrahim pada bulan Muharram mendatang. Tak hanya itu, sanad Al-Qur’an yang dikaji dalam pesantren ini bersambung kepada KH Munawir Krapyak, Yogyakarta.