Kasus Perkembangan Sengketa Lahan Kertomenanggal antara Waris Alm.Letkol Bahder Djohan Nasution dan Para “mafia” Tanah Surabaya

oleh -

Surabaya – Memasuki tahapan Banding, dimana pihak para mafia tanah dengan segudang manuvernya utk menyelamatkan diri dari jerat hukum semakin luar biasa.

“Dengan kekuatan finansial mereka mampu mempermainkan alat hukum serta perangkat hukum dengan melaporkan waris yang sah ke BARESKRIM dengan laporan pasal 242 dimana waris dilaporkan dengan memberi keterangan palsu dan penetapan PA. No.1054/Pdt.P/2016/PA.Sby”, tutur Donny damar didampingi oleh kuasa lainnya. (15/06)

Mereka dapat melaporkan di Bareskrim Ditipidum dengan LP/B/1363/X/2018/BARESKRIM tgl 25 Oktober 2018 dengan No.panggilan utk waris No.326 – Subdit I/II/2019/Dit Tipidum dan kepada saksi Penetapan Waris Bpk.Hendy Budiawan bin Gunawan dan Baby Nita Selly Veronica binti Tatang Prihatono tanpa melakukan proses Inzage di Pengadilan Agama Jawa Timur.

Permainan pengkondisian ini, dikatakan Donny, kasus Sengketa lahan kertomenanggal pun tidak berhenti di Mabes Polri tetapi utk perdata pun mereka para mafia tanah kasus perkara perdata 445/pdt.G/2018/PN.Sby mulai terlihat di dalam PN sby. Dimana relas banding dikirim pada saat Cuti bersama lebaran tanggal 31 Mei 2019.

“Sedang pemberitahuan memori banding dalam relas baru di terima tgl 11 juni 2019. Ini bentuk permainan mafia tanah yg mampu mengatur dan mengkondisikan PN & PT”, lanjut Donny.

Untuk sebuah putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur, lanjut Donny, ‘Kita sangat berharap masih adakah para hakim Pengadilan Tinggi Jawa timur yg memeriksa berkas banding masih memiliki hati Nurani terhadap kebejatan para mafia tanah yg selalu menunjukan kekuatan finansial mereka utk memenangkan perkara dimana mereka jelas-jelas merampas hak kepemilikan lahan waris yang tak berdaya dari serangan manufer para mafia tanah baik di instansi-instansinya, terkait baik BPN kepolisian maupun Pengadilan. Adakah keadilan di Zaman reformasi seperti saat ini…..bagi kaum yang lemah seperti Waris lahan-lahan yang dirampas oleh para penggembang nakal yg mengeruk keuntungan yg tdk halal tanpa takut Karma”, tutup Donny. (Ard)