Kasus Penggelapan Saham, Dirut PT Surabaya Country Dituntut 24 Bulan Penjara

oleh -
Direktur Utama PT Surabaya Country, Bambang Poerniawan sebagai terdakwa kasus penggelapan uang perusahaan Rp 510 juta menghadapi tuntutan 24 bulan penjara di PN Surabaya
Direktur Utama PT Surabaya Country, Bambang Poerniawan sebagai terdakwa kasus penggelapan uang perusahaan Rp 510 juta menghadapi tuntutan 24 bulan penjara di PN Surabaya

SURABAYA– Direktur Utama PT Surabaya Country, Bambang Poerniawan dituntut 24 bulan penjara karena kasus penggelapan saham senilai Rp 510 juta. Terdakwa dianggap tidak menyetor uang perusahaan hasil penjualan saham.

Uang tersebut berasal dari dua saksi yakni Soesastro Soephomo dan Syafi’i selaku pihak yang mengambil alih saham masing-masing sebesar Rp 300 juta dan Rp 210 juta. “Perbuatan terdakwa Bambang Poerniawan terbukti secara sah telah melanggar hukum sesuai pasal 374 KUHP dengan hukuman dua tahun” ujar JPU, Dharmawati Lahang saat membacakan tuntutan diruang sidang Kartika II PN Surabaya. Selasa (24/7/2018)

Diakhir persidangan, majelis hakim yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sigit Sutriono SH MH sepakat melanjutkan persidangan ini pada Selasa pekan depan (31/7). Terdakwa Bambang Poerniawan melalui kuasa hukumya Aris Eko Prasetyo akan melakukan pembelaan pada persidangan mendatang. Aris Eko Prasetyo mengatakan, jika tuntutan jaksa kepada terdakwa kurang memenuhi rasa keadilan. Hal tersebut diutarakanya sebab awal dari permasalahan ini tidak didahului dengan adanya audit.

“Kita lihat semua dari awal laporan ini tanpa didahului dengan audit. Dan dananya juga masih ada di rekening” ujarnya.

Aris menambahkan jika permasalahan perseoran ini sebenarnya masuk kerana perdata bukan pidana. Untuk membuktinya akan dibuktikan pada sidang mendatang dengan agenda pledoi.

“Jelas ini masalah perdata sebenarnya, jadi kalau mereka mengira itu penggelapan justru mereka yang masih punya kewajiban ke PT yang belum di bayar, nanti kita akan buktikan semua pada sidang minggu depan,” tuturnya. @VIN

KABARJATIM CHANNEL