Kapolda: Baru Satu Orang Jadi Tersangka Jalan Ambles Gubeng Surabaya

oleh -

SURABAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menetapkan satu tersangka terkait amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. Tersangkan berinisial F yang bertugas sebagai bagian perencana proyek basement Rumah Sakit Siloam.

“Sesuai dengan bukti di lapangan dan terkait dokumen yang ada, saat ini baru ada satu tersangka berinisial F,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, di Surabaya, Senin (31/12).

Luki menegaskan, tersangka F bukan orang terakhir yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab masih ada beberapa saksi lainnya yang akan diperiksa selepas Tahun Baru.

“Masih ada beberapa saksi yang merayakan liburan Natal, mereka minta datang tanggal 2 atau 3 Januari. Kalau saksi kunci ini sudah diperiksa, yang jelas akan bisa merembet ke yang lain,” kata Luki.

Selain karena masih liburan Natal dan Tahun Baru, Luki mengungkapkan untuk menentukan seorang tersangka harus ada bukti. Meskipun pihaknya telah mempunyai bukti yang cukup, tapi tetap harus mengedepankan azaz praduga tak bersalah.

“Tapi yang jelas, peluang akan ada tersangka baru sangat mungkin. Saya yakin akan ada beberapa tersangka lain nantinya,” kata Luki.

Dalam menangani kasus tersebut, lanjut Luki, penyidik juga telah memintai keterangan dan masukan para saksi, dan ahli dari berbagai latarbelakang. Selain itu, penyidik juga sudah mengantongi barang bukti lengkap terkait amblesnya jalan tersebut.

“Kami juga sudah menentukan pasal-pasal yang nanti akan diterapkan kepada para pelaku,” kata Luki.

Adapun pasal yang dimaksud Luki adalah, pasal dalam Undang-undang kombinasi dari beberapa UU untuk merumuskan kelalaian pihak terkait yang menyebabkan kerugian negara, akibat amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya.

Adapun lima Undang-undang yang menjadi landasan Polda Jatim itu, di antaranya UU tentang Jalan tahun 2004, UU No 881 tentang Kitab UU Hukum Pidana, UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, dan UU Nomor 8 tahun 2003 tentang Bangunan dan Gedung. @VIN