Kaleng Bekas, di Tangan Indah Disulap Jadi Barang Bernilai Jual

oleh -
Indah Purwanti Saat Membuat Kerajinan Kaleng Bekas
Indah Purwanti Saat Membuat Kerajinan Kaleng Bekas

JOMBANG- Barang bekas biasanya dibuang begitu saja, karena tak terpakai lagi maka akan jadi sampah yang sangat berserakan. Namun, lain lagi bagi ibu dari dua anak ini. Dengan tangannya yang terampil menjadikan barang bekas menjadi barang yang mempunyai nilai jual.

Wanita tersebut adalah Indah Purwanti (41), warga asal dari Dusun Jetak, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Dirinya memanfaatkan kaleng bekas yang disulap menjadi tempat pensil.

Ide membuat kerajinan tersebut muncul ketika dirinya sering mengikuti kegiatan PKK di desanya.

“Awalnya saya sering ikuti pelatihan – pelatihan yang diadakan oleh ibu – ibu PKK. Pelatihannya sebenarnya banyak, tapi saya tertarik membuat kerajinan ini karena sering melihat kaleng berserakan. Dan membuatnya pun tidak terlalu susah,”ujar Indah, Jum’at (08/02).

Untuk bahan – bahan yang digunakan pun terbilang cukup murah dan gampang dicari. Cukup dengan membeli kain fanel yang banyak dijual di toko – toko perlengkapan jahit.

Sedangkan sebagai alatnya kita cukup membeli lem tembak dan gunting. Nanti untuk variasinya kita kasih kain pita yang ada rendranya dengan bermacam warna yang mencolok, serta ditambahi dengan pernak – pernik seperti mata boneka, dan variasi lainnya.

Caranya pembuatannya sangat gampang, kita potong kain fanel sesuai ukuran kaleng. Kemudian dililitkan pada kaleng dengan lem tembak, pokoknya semua permukaan kaleng tak terlihat. Setelah itu di kasih variasi sesuai keinginan kita supaya terlihat semakin menarik.

“Kalau untuk kalengnya biasanya menggunakan kaleng bekas rokok. Dan banyak terdapat di warung – warung sekitar, tapi ya harus pesan. Kalau tidak pesan nanti sudah dibuang duluan. Untuk membuat satu kerajinan cuma butuh waktu 10-15 menit saja,”ucapnya.

Dengan modal yang cukup sedikit, kerajinan tersebut juga dijual dengan harga yang tak begitu mahal. Saat ini Indah masih memasarkan hasil karyanya di toko – toko sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Modalnya cuma habis Rp. 1.500 untuk satu kerajinan kaleng, saya jualnya cuma Rp. 3.000. Untuk sementara penjualan saya titipkan di toko – toko sekitar, karena belum bisa membuat dalam jumlah banyak. Lumayan bisa menambah penghasilan,”pungkasnya.