Kadinsos Jombang : Hari Ini PT Pertani Harus Menarik Semua Telur di Agen

oleh -

JOMBANG-Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jombang Muhammad Sholeh menyatakan, semua telur dari PT Pertani, selaku supplier komunitas telur Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) menarik semua telur yang ada di agen-agen BNPT. Kata Sholeh, penarikkan ini tidak hanya untuk telur busuk melainkan semua telur dari PT Pertani.

“Hari ini sudah saya perintahkan untuk menarik semua telur yang ada di agen-agen penyalur. Baik telur yang busuk maupun yang tidak,” kata Sholeh, Senin (26/11/2018).

Ia juga menjelaskan, penarikkan ini adalah konsekuwensi dari pihak supplier karena kondisi telur yang busuk dan meresahkan masyarakat. Untuk penarikkan tersebut, pihak Dinsos juga mengeluarkan memo kepada para agen untuk mengembalikan telur-telur.

Sholeh juga mengatakan, sejak tanggal 24 hingga 25 November Dinas sosial selaku pelaksana tugas program BNPT sudah mengeluarkan memo untuk seluruh agen agar menarik dan mengembalikan telur kepada supplier. Sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) BNPT, Dinsos Kabupaten setempat memiliki kewenangan untuk melakukan monitoring serta evaluasi.

“Ini merupakan konsekuensi yang harus ditanggung oleh PT pertani selaku supplier dan yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkannya,” imbuhnya.

Untuk para agen, lanjut Sholeh di bebaskan memilih supplier telur. Dengan catatan, pengawasan serta kontrol tetap berada di dinas. Termasuk kontrol distribusi serta harga telur agar tidak menyimpang dari pedum yang ada. “Dinsos ada relawan TKSK yang siap melakukan pengawasan. Selain itu, setiap agen juga ada laporan terkiat berapa jumlah BNPT yang sudah disalurkan,” tegasnya.

Sementara itu data yang dihimpun Kabarjatim, total KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Kabupaten Jombang sebanyak 100.561 KPM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 ribu lebih yang sudah bisa mengakses EDC (Electronic Data Capture). Selanjutnya, data tersebut akan terus berkembang dengan penambahan KPM.

Sementara kebutuhan telur untuk KPM selama 1 bulan sekitar 180 ton dan untuk kebutuhan beras sekitar 700 ton. Sedangkan total berjumlah 416 agen. Dari jumlah itu yang sudah bisa mengakses EDC sebanyak 318 agen. @VIN