Kades Pandanwangi : Rekrutmen Perangkat Sesuai Aturan

oleh -

 JOMBANG – Dituding menyalahi aturan sekaligus melakukan praktek jual beli jabatan, Pemdes Pandanwangi, Kecamatan Diwek, akhirnya buka suara. Ini setelah, dengan dihembuskannya kabar menyesatkan oleh sejumlah pihak yang kecewa dengan hasil rekrutmen. Menimbulkan tudingan yang tidak mendasar tadi menyangkut dugaan penerimaan uang hingga ratusan juta rupiah.

Disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Pandanwangi, Haris Setyo Utomo. Dalam rekrutmen yang digelar pada hari Jum’at tanggal 9 Agustus kemarin. Diikuti oleh 4 calon perangkat desa, masing – masing Hendra Dwi Kurniawan, Rachmad Adi Ashari, Andika Mahenggra, serta Mujiono. 

“Ada 4 calon perangkat yang mengikuti seleksi pengisian Kasi Pemerintahan Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek. Dan dapat kami pastikan, semua mekanismenya sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Aturan tadi, sambung Kades, yakni Peraturan Bupati (Perbup) Jombang Nomor 18 Tahun 2019, tentang perubahan Perbup Nomor 15 tahun 2018, tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. “Dalam regulasi tadi, ada dua mekanisme yang ditemput. Pertama ujian tulis berbasis Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 70 %, serta ujian wawancara dengan Kades dengan bobot 30 %,” sambungnya.

Dibenarkan olehnya, setelah ujian CAT dilalui oleh 4 calon perangkat. Hasilnya masing – masing Hendra Dwi Kurniawan memperoleh nilai 290, Rachmad Adi Ashari 275, Andika Mahenggra 242, serta Mujiono mengantongi nilai 234. Atau apabila dirunutkan, menjadi skor 40,6, 38,64, 33,88, serta 32,76. “Usai kesemua calon perangkat menjalani CAT, dan mendapat nilai. Ujian berlanjut ke wawancara dengan Kades, dengan materi pertanyaan seputar desa,” sambung pria yang rambutnya telah beruban itu.

Karena semua kewenangan berada di tangan Panitia seleksi, Kades menjamin tidak ada intervensi sama sekali. Bahkan untuk pengumuman hasil ujian, yang menyampaikan adalah panitia. Maka sesuai dengan tahapan yang dilalui, tim seleksi mengumumkan hasil sebagai berikut. Hendra Dwi Kurniawan memiliki total poin 58,1, Rachmad Adi Ashari 58,64, Andika Mahenggra 61,38, dan Mujiono 55,26. “Perhitungannya nilai hasil tes CAT, dikali 70 dan dibagi 500. Selanjutnya ditambah dengan 30 persen hasil tes wawancara,” beber Kades.

Bahkan Kades memastikan, jika dalam wawancara memang benar – benar menitik beratkan persoalan sederhana. Mulai dari menyebutkan jumlah Rukun Tetangga (RT) di masing – masing dusun, contoh dusun Beyan itu RT 22 sampai dengan RT 28. Termasuk perihal Rukun Warga (RW) yang ada di Desa Pandanwangi. Serta diminta menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. “Dan sebenarnya ini kurang etis kalau diungkap, beberapa calon memiliki keterbatasan terkait pertanyaan tadi. Malah diantaranya ada yang tidak hafal lagu kebangsaan,” tuturnya pasti.

Setelah menganggap semua rampung, Haris justru kaget setelah ada kabar menyesatkan yang menyerang dirinnya. Tidak hanya itu, salah satu orangtua calon perangkat yang emosi sempat melakukan pengrusakan kaca balai desa. Tragedi inilah yang sangat di sesalkan oleh Pemdes, dan sebagian warga mendorong untuk membawa perkara ke ranah hukum. “Tapi kembali lagi, seleksi bertujuan untuk membangun desa, jadi jangan sampai ada yang terjerat perkara pidana. Olehnya, kita kedepankan penyelesaian tiga pilar sebagai bentuk pengayoman,” pungkasnya.