Kabupaten Gayo Lues Bangun 1000 Rumah Tanpa Bunga Dan Tanpa DP

oleh -

GAYO LUES – Kabupaten Gayo Lues merupakan kabupaten yang berusia muda di wilayah Provinsi Aceh, namun dengan menerapkan program Ekonomi Berbagi sehingga Kabupaten ini bisa menghasilkan 25 Trilyun selama 5 tahun tanpa melihatkan PAD dan ABPD.

Selama ini untuk mengembangkan ekonomi Indonesia masih menerapkan sistem ekonomi dengan bunga, dimana semua unsur ekonomi melibatkan bunga. Akibat dari sistem ini, pertumbuhan ekonomi menjadi tidak stabil, terjadinya ketimpangan “yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin”. 

Seperti yang dijelaskan oleh Bupati Gayo Lues Aceh, H. Muhammad Amru,bersama  MaxWin selaku Founder MaxWin Organization dan CEO BeliBisnis.com.

“Suku bunga akan sangat berpengaruh terhadap investasi, bahkan produksi terpengaruh sehingga meningkatnya pengangguran. Hukum ini berlaku “Semakin tinggi suku bunga, maka investasi semakin menurun. Jika investasi menurun, produksi juga menurun. Jika produksi menurun, maka akan meningkatkan angka pengangguran,” ujarnya.

Membangun perekonomian Indonesia secara total pernah di ikrarkan dan dicetuskan oleh president pertama Indonesia yaitu Soekarno tahun 1963. “Merdeka itu mewarisi KEMAKMURAN.. Bukannya mewarisi HUTANG”.

Ide kolaborasi ini diadaptasi dari keberhasilan Temasek (super holding BUMN di Singapura) yang berhasil membangkitkan perekonomian Singapura dari keterpurukan Singapore dimana Negara ini pada tahun 1965 merupakan Negara yang miskin infrastruktur dan memiliki keterbatasan modal. 

Namun dengan adanya Temasek yang berdiri tahun 1974, saat ini Singapore menjadi satu dari Empat Macan Asia karena pendapatan per kapitanya yang tinggi selama beberapa dekade. Periode 1975 hingga 2017, tingkat pertumbuhan PDB rata-rata Singapura sekitar 6,78%, prestasi yang akhirnya mengubah standard hidup penduduk Singapura dan menjadikan Singapura sebagai salah satu negara paling makmur di dunia.

Sistem ekonomi dengan bunga ini dapat membawa Negara berkembang terkena jebakan hutang sebab naiknya suku bunga membuat kesulitan untuk membayar hutang. Sistem ekonomi ini akan berdampak pada APBN, karena setiap kali akan bertransaksi dengan bank konvensional dengan nilai yang berbunga hal ini akan menimbulkan dana APBN menjadi defisit.

Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Kotamadya/Kabupaten Gayo Lues membuat perekonomian pemerintahan daerahnya meningkat dan pemerintah dapat membangun daerahnya tanpa hutang. 

Kolaborasi yang dibentuk melibatkan Perusahaan Holding antara BBI dengan Pemerintah melalui Perusahaan Daerah. Pemerintah dapat membantu para pengusaha UKM di daerahnya untuk dapat menaikkan nilai valuasi perusahaannya melalui program tanpa jaminan, tanpa bunga dan tanpa pengembalian. 

Sehingga kolaborasi tersebut Pemerintah Kotamadya/Kabupaten mempunyai potensi pendapatan hingga sebesar 25 Triliun dalam waktu 5 tahun tanpa mengganggu PAD dan APBD. 

Ditambahkan oleh Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, secara rinci 3 Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Pertama Ekspor komoditas belum bisa maksimal meningkatkan perekonomian karena nilai komoditas yang tidak bisa dijual dengan harga tinggi. Kedua Menarik Investor untuk menanam dananya di Indonesia, namun hal ini belum bisa meningkatkan perekonomian masyarakat karena rakyat Indonesia hanya menjadi buruh atau pekerja. Dan ketiga Sharing economy dalam bentuk investasi saham perusahaan.

Pengusaha Ekonomi Berbagi adalah platform pendanaan tanpa jaminan, tanpa bunga dan tanpa pengembalian dengan konsep sharing ekonomi dan sharing profit. Kelebihan Program Pengusaha Ekonimi Berbagi adalah: 1. Platform bagi Perusahaan agar mempunyai kesempatan unlimited Growth seperti unicorn 2. Platform pendanaan cash flow ke bank tanpa bunga, tanpa jaminan dan tanpa pengembalian 3. Platform bagi pemilik bisnis dimana pemilik bisnis kaya dengan menjual saham perusahaan bukan gaji dan deviden.