Kabar Gembira, Gelang Jemaah Haji Kini Dilengkapi QR Code

oleh -

JAKARTA – Gelang jemaah haji Indonesia tahun ini dilengkapi dengan QR Code yang memuat data rinci jemaah haji, antara lain: identitas, daerah asal, termasuk nomor hotel yang ditempati selama di Arab Saudi.

“Saat ini gelang jemaah masih dalam proses produksi. Saya sudah ambil sampelnya untuk disimulasikan dengan scan QR Code untuk memastikan kode itu support dengan aplikasinya (Haji Pintar),” ujar Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag Nasrullah Jasam melalui siaran pers di Jakarta.

Gelang jemaah haji diproduksi pelaku sektor industri kecil menengah di Desa Bakalan, Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah. Namun, pemotongan lembaran bajanya menjadi batangan gelang dilakukan di salah satu pabrik pengolahan logam di Kudus.

“Pengerjaan gelang haji memang tidak dikerjakan oleh perusahaan besar dengan tujuan membantu menghidupkan sektor industri kecil menengah. Saat ini sudah lebih dari 40 persen gelang yang selesai. Proses yang belum tinggal finishing karena pemotongan sudah selesai,” imbuhnya.

Gelang jemaah haji ini terbuat dari baja putih yang bisa disebut monel atau stainless Steel. Ketebalan monel 1,2 mm BA Type 304 2B dengan unsur kimia Carbon, Mangan, Silikon, Chrom, Phospor, Sulfur. Gelang haji memiliki dimensi panjang 214,47 – 216,47 mm, lebar 10-12 mm, tebal 1,2 mm, dan berat 26 gram. “Gelang ini didesain tahan api,” jelas Nasrullah.

Setelah batangan gelang selesai diproduksi, gelang setengah jadi ini dikirim ke embarkasi untuk proses pembuatan grafir nama, nomor kloter, dan nomor paspor. Pemberian identitas jemaah dilakukan di Embarkasi masing-masing sesuai ketentuan berdasarkan pra manifest pemberangkatan.

Bagian dalam gelang, tercetak grafir Kementerian Agama beserta logo dan keterangan tahun. Sedang bagian luarnya, memuat informasi identitas jemaah berupa embarkasi haji dan tahun keberangkatan, nomor kloter, nomor paspor, tulisan Al-Hajj Al-Indonesii (dalam huruf Arab), bendera merah putih, QR code, dan nama jemaah haji.

“Gelang yang siap pakai dikemas dalam kantong plastik dan diberi label identitas lengkap jemaah mulai dari nama, kode embarkasi, nomor paspor, dan nomor kloter. Kemasan itu diklip menggunakan head machine,” jelas Nasrullah.

“Gelang siap pakai diserahkan kepada petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi di setiap Asrama Haji sesuai dengan kloternya pada saat jemaah akan berangkat ke Bandara,” sambungnya.

Gelang haji juga dilengkapi pengait dengan tiga lobang ukuran dan karet pengunci agar pengait gelang tidak mudah lepas. Warna tiap embarkasi juga dibuat berbeda dengan rincian sebagai berikut:

  1. Embarkasi Aceh (BTJ): Hijau Daun
  2. Embarkasi Medan (MES): Hijau Tua,
  3. Embarkasi Padang (PDG): Merah Marun,
  4. Embarkasi Batam (BTH): Merah Cabe (Khusus jemaah asal Jambi, warna gelangnya Hijau Toska),
  5. Embarkasi Palembang (PLM): Orange.
  6. Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG): Biru,
  7. Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS): Biru
  8. Embarkasi Surakarta (SOC): Kuning,
  9. Embarkasi Surabaya (SUB): Coklat,
  10. Embarkasi Mataram (LOP): Biru Telur Asin,
  11. Embarkasi Banjarmasin (BDJ): Biru Muda.
  12. Embarkasi Balikpapan (BPN): Merah Muda,
  13. Embarkasi Ujung Pandang (UPG): Ungu,
  14. Embarkasi Palangkaraya (BPN): Merah Pink

“Jumlah gelang haji yang diproduksi sesuai dengan kuota jemaah, di tambah petugas. Rinciannya 204.000 jemaah dan 2.525 petugas kloter. Pembuatannya mengacu pada jumlah kuota jemaah haji tiap embarkasi,” jelas Nasrullah.

Editor: Ahmad Saefullah