Jumlah Warga yang Terjangkit DBD di Sumenep Meningkat

oleh -

SUMENEP-Meski tahun 2019 belum genap satu bulan, sebanyak 16 warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama tahun 2019 ini. Data di Dinas Kesehatan Sumenep, dalam beberapa tahun terakhir jumlah penderita DBD cenderung mengalami peningkatan.

Pada tahun 2017 misalnya, angka penderita DBD di Sumenep mencapai 238 orang. Lalu pada tahun 2018 sebanyak 292 orang.

Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan, Pengendalian Penyakit Masalah Kesehatan Masyarakat, Dinkes Sumenep, Kusmawati mengatakan, walau penderita DBD itu cenderung naik, namun Dinkes masih mengklaim masyarakat telah sensitif terhadap DBD.

“Tahun 2017 itu sampai ada tiga korban meninggal. Tapi 2018 kemarin tidak ada, semuanya selamat,” terangnya.

Sementara, klaim Dinkes Sumenep terkait warga yang terjangkit virus Aedes Aigypti itu tersebar di 112 desa di kabupaten yang dikenal sebagai jantung Madura itu. Baik kepulauan ataupun daratan.

“Jadi kalau data kami yang 2018 itu agak merata ya, kepulauan juga ada lalu daratan juga ada yang menderita penyakit DBD,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat Sumenep saat ini telah sensitif terhadal penyakit DBD ini. Apabila sudah ada yang diduga menderita penyakit ini, langsung dibawa ke Puskesmas setempat.

Namun demikian, Kusmawati meminta agar masyarakat juga sadar lingkungan. Semisal salah satu cara agar terhindar dari nyamuk Aedes Aigypti itu yakni dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk seminggu sekali.

“Jadi ada baiknya jika kita mulai memberantas DBD ini dimuali dari kita sendiri. Karena tidak mungkin apabila hanya pemerintah saja yang melakukan pengendalian,” tandasnya.

Editor : Nurul Arifin