Jika Rakyat Menghendaki Pemimpin Muda Maka AHY Paling Berpeluang

oleh -
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA-Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk dalam sejumlah survei bursa Pilpres 2019. Bahkan AHY muncul sebagai figur paling populer mengungguli politisi-politisi muda sekelas Ketua Umum PPP Romahurmuzy dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

“Sebagai new blood di politik dengan rekam jejak yang bersih, membuat AHY mendapat apresiasi publik. Apalagi personalitynya terlihat dekat dengan semua kalangan, dan jangan lupa ia good looking sehingga berpotensi merebut perhatian pemilih perempuan yang mayoritas secara jumlah,” kata Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC) Zaenal A Budiyono saat dihubungi wartawan, Jumat (7/6/2018).

Ia menjelaskan, perkembangan politik di Malaysia, dimana ada menteri yang berumur 25 tahun membuka mata bahwa dunia sudah berubah. Kepemimpinan anak muda kini mendapat momentum seiring gempuran teknologi dan new media. Dalam suasana seperti ini, pemimpin muda dirasakan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan. Dampak lain, politik yang sebelumnya terlihat kaku dan jauh dari realitas sosial, di tangan anak-anak muda, menjadi lebih berwarna. Sebelumnya di belahan lain, Kanada, Justin Truedue juga terpilih sebagai PM di usia 39 tahun. Maka alasan meragukan kapasitas anak muda jelas sebuah pemikiran ahistoris.

Sejumlah isu menyebut, AHY kurang berpengalaman. Menurut Dosen FISIP Universitas Al-Azhar Indonesia ini tentunya tidak relevan. AHY punya pengalaman yang diakui oleh anak buah, rekan sejawat, atasan maupun luar negeri selama 16 tahun di dunia militer. Barkaca pada pemimpin sebelumnya seperti Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur Megawati hingga Jokowi juga tidak punya pengalaman memerintah secara nasional sebelumnya. Namun, tokoh-tokoh itu muncul bermodalkan keyakinan, keteguhan dan leadership yang kemudian diuji di lapangan.

“Kalau kita masih berdebat tentang pantas-tidaknya anak muda masuk ke level national leadership, maka kita akan ketinggalan, bahkan oleh Malaysia, negara yang selama ini kita anggap tertinggal dalam demokrasi,” pungkasnya.

Seperti diketahui dalam survei Cyrus Network yang dirilis bulan April lalu, AHY paling banyak dipilih responden sebagai cawapres pendamping Joko Widodo. Sedangkan Anies Baswedan mendapat dukungan tertinggi untuk mendampingi Prabowo Subianto. @VIN

Berikut pilihan responden soal cawapres pilihan pendamping Jokowi:

1. Agus Harimurti Yudhoyono: 15 persen
2. Gatot Nurmantyo: 10 persen
3. Prabowo Subianto: 9,1 persen
4. Anies Baswedan: 9,1 persen
5. Hary Tanoe: 8,8 persen
6. Susi Pujiastuti: 4,9 persen
7. Mahfud MD: 4,8 persen
8. Sri Mulyani: 4 persen
9. Soekarwo: 2,9 persen
10. Puan Maharani: 2,8 persen
11. Muhaimin Iskandar: 2,6 persen
12. Tuan Guru Bajang (M Zainul Majdi): 2 persen
13. Ahmad Heryawan: 2 persen
14. Tito Karnavian: 1,1 persen
15. Chairul Tanjung: 1,1 persen
16. Airlangga Hartarto: 0,9 persen
17. Budi Gunawan: 0,7 persen
18. Moeldoko: 0,5 persen
19. Zulkifli Hasan: 0,4 persen
20. Jimly Assiddhiqie: 0,2 persen

Belum memutuskan: 10,5 persen
Tidak memilih: 3,8 persen
Tidak menjawab/rahasia: 2,9 persen