Jelang Pileg, Rapat Paripurna di DPRD Sumenep Hanya Dihadiri 16 Orang

oleh -
suasana saat rapat paripurna di DPRD Kabupaten Sumenep
suasana saat rapat paripurna di DPRD Kabupaten Sumenep

SUMENEP– Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, sepertinya sudah mulai terlihat malas masuk kantor.

Terbukti, saat diagendakan pembahasan Laporan Pansus Perubahan Tatib DPRD Sumenep, Laporan Hasil Reses dan Penetapan Program Pembentukan Perda 2019 hanya ada 16 orang anggota dari 50 anggota wakil rakyat tersebut yang ngantor.

Selain itu, cuma ada beberapa staf pendamping Komisi I, II, III dan IV serta beberapa kepala bagian (Kabag). Terlihat juga hadir menunggu anggota dewan di Graha Paripurna, sekretaris DPRD Sumenep, Mohamad Mulki.

Hingga pukul 12.20 Wib, agenda rapat paripurna tersebut belum juga dimulai. Padahal sesuai jadwal, wakil rakyat ini akan melaksanakan rapat sejak pukul 09.00 Wib. Namun ternyata forum malah tidak kuorum.

“Yang hadir ada 16 anggota, untuk kuorum harus ada 26 atau setengah plus satu,” kata Mulki, Selasa (12/2/2019).

Menurut Mulki, minimnya anggota yang hadir dalam rapat paripurna itu dikarenakan berbenturan dengan kegiatan anggota dewan.

“Ada anggota (dewan) yang ijin, ada yang tanpa keterangan,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Sumenep Mohamad Hanafi mengatakan, ketidakhadiran para anggota dikarenakan ada agenda diluar. Semisal Komisi IV yang sedang melakukan tugas kunjungan ke luar kota.

Selain itu, Hanafi juga meminta agar rapat tersebut diagendakan kembali pada Jumat, 15 Februari 2019. Padahal, agenda paripurna ini telah lima kali diagendakan, namun hingga kini selalu saja gagal terlaksana.

“Rapat paripurna ini harus kuorum, untuk kuorum setengah plus satu. Kalau tidak kuorum ini tidak bisa dilanjutkan,” terangnya.

Disinggung soal sanksi, Hanafi terkesan menghindar. Pihaknya hanya meminta agar para anggota dewan hadir pada rapat paripurna agenda selanjutnya.

Editor : Nurul Arifin