Jelang Pemilu, Dandim Sumenep Sebut Netralitas TNI Harga Mati

oleh -

SUMENEP-Jelang Pemilihan Umum 2019, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diwajibkan bersikap netral, termasuk jajaran yang ada dibawah Komando Distrik Militer (Kodim) 0827 Sumenep, Jawa Timur.

“Prajurit TNI harus bersikap netral di Pilpres dan Pileg. Jika kemerdekaan Indonesia harga mati, bagi TNI sikap netral juga harga mati,” kata Dandim Sumenep, Letkol Inf Ato Sudiatna, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya, pada pesta demokrasi tahun ini anggota TNI tidak menyurkan hak suaranya. Sebab, hal itu sudah masuk pada aturan yang harus dilaksanakan.

Namun, meski semua prajurit tidak menyalurkan hak suaranya, istri dan keluarga lainnya masih bisa untuk memilih di Pemilu 2019 ini.

“Jadi keluarga termasuk istri saya boleh menentukan pilihan. Tapi tidak boleh mengarahkan kepada siapapun. Netral harga mati,” terangnya.

Apabila ditemukan ada prajurit dari TNI yang tidak netral dalam Pemilu, mereka dipastikan akan menerima sanksi. Mulai dari sanksi ringan hingga sanksi berat.

“Kalau misalkan ada prajurit yang kedapatan tidak netral, itu bisa saja menerima sanksi dipecat. Tergantung kadar kesalahannya,” tegasnya.

Lebih lanjut Sudiatna mengatakan, untuk pengamanan Pemilu mendatang, pihaknya memastikan akan melakukan pengamanan secara all out.

Hanya saja sifatnya sebatas membantu pengamanan dari pihak kepolisian. Sebab sesuai aturan yang ada, TNI berada di radius jauh dari lokasi tempat pemungutan suara (TPS).

“Sebatas membantu, paling sekitar 100 meter lah dari lokasi TPS itu, itupun hanya memantau,” tukasnya.

Editor : Nurul Arifin