Jelang Lebaran, Gepeng Menjamur di Sejumlah Titik Kota Bojonegoro

oleh -
Gepeng di Bojonegoro (Arifin/Kabarjatim)
Gepeng di Bojonegoro (Arifin/Kabarjatim)

BOJONEGORO– Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah, jumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) meningkat di seputaran Kabupaten Bojonegoro. Biasanya simpang empat (Perempatan), alun-alun kota menjadi lokasi yang strategis untuk mereka mangkal.

Berdasarkan pantauan kabarjatim.com, “gepeng” yang sudah menjamur sekitar awal ramadhan ini terdiri dari anak-anak hingga orangtua. Bahkan beberapa di antara mereka sudah renta dan rambut beruban. Mereka duduk di atas trotoar sambil menunggu lampu marka berubah menjadi merah.

“Rata-rata Gepeng yang banyak ditemui sekarang merupakan wajah baru. Dengan memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meminta belas kasihan masyarakat,” jelas Kepala Satpol PP Pemkab Bojonegoro, Ahmad Gunawan, Rabu (6/6/2018)

Selain itu lanjut dia Gepeng yang sering meminta-minta ini bukan hanya berasal dari Kabupaten Bojonegoro, melainkan banyak juga datang dari kabupaten sekitar. Bahkan, ada yang berpura-pura sakit untuk mengelabuhi masyarakat.

Satpol PP Kabupaten Bojenegoro sendiri sebenarnya sudah menjadwalkan adanya patroli tiga kali selama satu hari. Namun karena teralihkan oleh kegiatan lain selama bulan ramadhan, patroli yang dilaksanakan kurang maksimal.

“Sebelumnya, kami sering melakukan patroli lapangan. Hasilnya, sekarang anak punk, anak jalan di Bojonegoro sudah mulai berkurang,” ujarnya.

Terkait dengan masalah penanganan Gepeng ditengah masyarakat, Satpol PP senantiasa turun dilapangan dan bekerja bersama-sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro mulai dari pemberian bantuan sosial hingga dikirim ke panti rehabilitasi.

“Kalau memang Gepeng tersebut benar-benar menyandang masalah kesejahteraan sosial, maka akan mendapat bantuan dari Dinsos,” tuturnya.

Dia juga menghimbau kepada Masyarakat Bojonegoro, sesuai perda no. 15 tahun 2015 tentang Trantibum agar dapat menyalurkan sedekah mereka melalui lembaga resmi. “Justru memberikan uang kepada Gepeng dijalan itu menyalahi aturan,” tutupnya. @VIN