Jelang Hari Anti Korupsi Se-Dunia, Gabungan LSM Demo Kajari Sampang

oleh -

SAMPANG- Menjelang peringatan Hari Anti Korupsi Se-dunia, gabungan lembaga swadaya masyarat (LSM) Sampang yang mengatas namakan gerakan tangan-tangan revolusioner (Gettar) mendatangi kantor kejaksaan negeri (Kejari) Sampang. Mereka memberikan bingkisan yang bertuliskan Kado hadiah peringatan hari anti korupsi sedunia untuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang.

Gettar menuding Kajari Sampang belum mampu menangani sejumlah kasus korupsi yang terjadi di Sampang. Mereka menuntut Kajari untuk mengusut tuntas sejumlah kasus dan disampaikan ke publik secara transparan.

Mereka juga meminta agar Kajari Sampang tidak berpihak terhadap golongan maupun individu. Sehingga muncul image bahwa penegakan hukum di Sampang tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Gabungan LSM sampang juga mengancam akan melaporkan kinerja kajari sampang ke Kejaksaan Provinsi jawa timur (Kejati), Ke kejaksaan agung (Kajagung), dan ke komisi pemberantasan korupsi (KPK) serta akan terus menerus melakukan aksi turun jalan apabila tuntutannya tidak digubris.

“Apabila tuntutan kami tidak digubris dan dianggap angin lalu oleh kemari, maka kami akan terus melakukan aksi moral dengan aksi turun jalan, selain itu kami juga akan melakukan langkah-langkah hukum dengan melaporkan kinerja kejari kepada kejati, kejagung, dan KPK” tulis Kordinator Gettar Nur Hasan dalam keterangan pers, Jumat (7/12/201&).

Dalam catatan gabungan LSM kasus korupsi yang ditangani oleh kejari Sampang yakni kasus korupsi program listrik desa (Lisdes) tahun 2007-2008 dengan nilai anggaran sebesar Rp 12 Miliar, dana kapitasi jaminan kesehatan nasional (JKN), hilangnya aset daerah senilai Rp 650 Miliar, kasus korupsi di tubuh BUMD PT sampang mandiri perkasa (SMP), dan kasus prona tahun 2018 di desa Dulang, Kecamatan Torjun.

Untuk diketahui munculnya aksi dari sejumlah LSM ini berawal karena ada kejanggalan dari pernyataan kejari sampang terhadap dugaan penanganan kasus korupsi listrik desa. Awalnya kejari sampang menggelar coffee morning dengan LSM dan wartawan menyampaikan ada yang berupaya menyogok kajari dengan uang sebesar Rp 500 juta, dan tidak lama kemudian kejari Sampang dalam penanganan kasus tersebut menyatakan tidak cukup bukti.@VIN