Jaringan Pengedar Narkoba Antar Lapas Dibekuk

oleh -
olrestabes Surabaya berhasil mengamankan 9 Kilogram Sabu, 900 Gram Ganja dan 7.700 Butir Pil ekstasi (Amal Insani/Kabarjatim)
olrestabes Surabaya berhasil mengamankan 9 Kilogram Sabu, 900 Gram Ganja dan 7.700 Butir Pil ekstasi (Amal Insani/Kabarjatim)

SURABAYA-Jaringan pengedar antar lembaga pemasyarakatan (Lapas) kembali dibongkar polisi. Kali ini Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan 9 Kilogram Sabu, 900 Gram Ganja dan 7.700 Butir Pil ekstasi.

“Tersangka ini adalah pengedar sekaligus kurir antar lapas. Kasus ini merupakan hasil pengembangan selama tiga minggu kasus sebelumnya,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, di Mapolrestabes Surabaya.

Polisi menangkap satu orang tersangka IS (28) warga Simo Pomahan, Kota Surabaya. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti satu tas yang berisi sabu yang dikemas dalam teh cina. Kata Kapolda, tersangka ini meneima barang secara random yang dikendalikan di dalam lapas.

Pelaku ini ditangkap di rumah kos kawasan Dukuh Kupang usai mengambil barang yang dikirim oleh tersangka lain berinisial BY dari Jakarta.

“Tersangka kami amankan Senin malam pukul 22.30 WIB, usai mengambil barang di kawasan Islamic Center, Dukuh Kupang, Surabaya. Setelah itu dibawa ke kos miliknya. Kemudian petugas yang sudah mengincarnya langsung mengeledah kosnya dan menemukan tas yang isinya paket sabu, ganja, pil ekstasi dan timbangan,” kata Luki.

Sementara itu, Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya AKBP Indra Mardiana mengatakan dari pengakuan tersangka, mereka berkomunikasi secara terputus. “Mereka berkomunikasi mengunakan ponsel yang setelah digunakan langsung dibuang,” kata Indra.

Dari pengakuan tersangka, ia dijanjikan komisi oleh salah satu bandar berupa 1 unit rumah. “Dari pengakuan tersangka, ia dijanjikan komisi 1 unit rumah oleh salah satu bandar yang saat ini masih kejar identitasnya. Namun hal itu belum terealisasi,” kata Indra.

Tersangka dijerat dengan berlapis yakni, pasal 114 ayat (2)dan pasal 112 ayat (2) dan pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 tahun tentang narkotika dengan acaman hukuman maksimal 20 tahun pejara atau seumur hidup. @VIN