Jaring Aspirasi, Perda Pariwisata Jadi Perhatian Serius Warga Jombang

oleh -

JOMBANG – Masyarakat Kabupaten Jombang ramai-ramai menyampaikan aspirasi terkait pentingnya Perda Pariwisata. Selain untuk meningkatkan prekonomian, mereka ingin wisata di daerahnya terkenal.

Ungkapan itu disampaikan warga di hadapan anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah, saat acara penyerapan aspirasi atau Reses l Tahun 2019, di kantor DPC PKB Kabupaten Jombang, di Jalan Laksda Adi Sucipto, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Sabtu (23/11/2019).

“Sesuai bidang Mas Atok di Komisi B DPRD Jatim (bidang prekonomian, salah satunya tentang priwisata), kami harap mas Atok memperjuangkan agar ada Perda Pariwisata khususnya di Jombang,” kata Erna Kuswati.

Erna menganggap Perda Pariwisata penting untuk memajukan wisata yang ada di daerahnya. Sebab, perda tersebut merupakan dasar atau landasan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Jombang. “Sehingga memang kita harus punya Perda Pariwisata, apalagi kita punya banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan,” kata perempuan yang juga anggota DPRD Kabupaten Jombang itu.

Senada juga disampaikan oleh Kartiyono, yang menyampaikan Pemkab Jombang “mandul” untuk mengembangkan wisata yang ada di wilayahnya. Mengingat Pemkab Jombang belum punya Perda Pariwisata, dasar hukum untuk melangkah.

“Apabila bupati dan wakil bupati serius jika ingin Jombang sebagai daerah pariwisata, tentu harus punya perda pariwisata. Mengingat Jombang punya potensi seperti wisata religius, bahkan peninggalan sejarah,” kata Yono.

Dengan perda pariwisata, lanjut Yono, diharapkan bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD), serta juga bisa mensejahterakan masyarakat setempat. Apalagi, kata Yono, Jombang sudah mulai dikenal secara nasional, namun belum secara inernational.

Karena itu, Yono dan Erna berharap agar potensi pariwisata di Jombang bisa dimaksimalkan, supaya para wisatawan bisa berlama-lama menghabiskan waktu liburannya di Jombang. “Ini yang harus menjadi perhatian serius untuk Jombang menjadi kota wisata. Kami harap ada sinergitas antara provinsi dengan daerah terkait Perda Pariwisata ini,” kata pria yang juga anggota DPRD Kab. Jombang itu.

Menjawab aspirasi konstituennya, Ahmad Athoillah, sepakat jika setiap daerah di Jatim, khsususnya di Jombang punya Perda Pariwisata. Athoillah menyatakan siap untuk memperjuangkan perihal tersebut.

“Terkait perda desa pariwisata, masuk dalam pembahasan, namun belum diputuskan. Sehingga tahun ini kami akan membahas kembali agar perda tersebut bisa diputuskan. Kami akan perjuangkan agar Pemprov Jatim menerbitkan Perda Pariwisata, sehingga pemerintah di daerah punya acuan untuk itu,” ujarnya.

Athoillah menegaskan bahwa Perda Pariwisata memang penting bagi setiap daerah. Selain bisa menambah PAD, juga bisa meningkatkan prekonomian masyarakat daerah. Ini sesuai harapan pemerintah pusat agar desa di setiap daerah menjadi desa wisata.

“Makanya kita semua perlu mendorong eksekutif agar segera dikeluarkan Perda Pariwisata. Mari kita bersama-sama khususnya teman-teman di legislatif, terus mendorong eksekutif terkait perda pariwisata ini,” kata politisi kelahiran Denanyar, Jombang itu.(Noe)