Jargon Unik Caleg Di Tuban, Ini Kata Bang Thoyib

oleh -

TUBAN – Semakin dekatnya pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) pada 17 April 2019 mendatang, membuat para caleg semakin gencar pula dalam melakukan manufer untuk menarik simpati dari masyarakat, salah satunya dengan mengeluarkan jargon – jargon khusus yang tertulis pada banner atau gambar APK mereka.

Tak hanya kalimat formal, tetapi ada juga caleg yang menggunakan bahasa praktis dan unik, hingga menjadi ketertarikan masyarakat untuk membaca jargon tersebut.

Seperti yang terdapat di Kabupaten Tuban, sebuah gambar APK bertuliskan “Bang Thoyib Pulang Mewakili Rakyat” terbukti mampu menghipnotis masyarakat untuk mencaritahu dan mengenal lebih dekat sosok pemiliknya.

Thoyib Hadi Wijaya, Caleg DPRD Kabupaten Tuban dari PPP Dapil III, mengatakan bahwa kalimat jargon yang digunakanya adalah sebuah kebetulan, mulai nama hingga cerita tentang bang thoyib semua sama, hanya alasanya saja yang berbeda.

” Bang thoyib yang didalam lagu itu gak pernah pulang karena menghilang tapi saya karena alasan kerja mas, dan jika saat ini bang thoyib belum kembali, saya sudah kembali untuk mewakili rakyat, ” katanya kepada kabarjatim.com Selasa (19/02/2019).

Selanjutnya, pria yang akrab disapa Bang Thoyib ini menjelaskan bahwa kalimat dalam jargon tersebut terinspirasi dari kata-kata putranya saat menjemput dirinya di Bandara, “sambil menunjuk, anak saya bilang, lho bang thoyib pulang,” ucapnya menirukan.

Sebuah kebetulan yang menguntungkan bagi Bang Thoyib, karena membuatnya mudah untuk diingat oleh masyarakat. Disisi lain, karena keunikan itu juga, saat ini Bang Thoyib harus disibukan oleh banyaknya permintaan dari masyarakat yang ingin didatangi, terutama para ibu-ibu jamaah tahlil.

” Menurut saya ini adalah bagian terpenting, dengan memenuhi undangan mereka dan membuka session tanya jawab, maka kita akan tahu apa yang nantinya harus dilakukan oleh seorang wakil rakyat, ” pungkasnya.

Menurut berbagai sumber dari masyarakat, adanya jargon unik memang lebih menarik untuk dibaca,  termasuk bagi mereka yang apatis dengan dunia politik.

Editor : Rusmiyanto