Jangan Salah, Ini Beda Pekerja Keras dan Workaholic

oleh -

Pekerja keras dan workaholic memang sulit dibedakan karena keduanya sama-sama berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.

Namun, keduanya mempunyai perbedaan dalam menyikapi beban kerja yang menjadi tanggungjawabnya.

Kalau lembur terus termasuk pekerja keras atau workaholic ya? Kalau weekend masih berkutat dengan pekerjaan juga termasuk pekerja keras atau workaholic ya?

Mungkin beberapa JobStreeters masih ada yang bingung perbedaan antara pekerja keras dan workaholic. Padahal, istilah tersebut memiliki makna yang berbeda loh! Biar ga salah lagi, pahami baik-baik ya!

Umumnya, pekerja keras bisa merealisasikan work-life balance. Mereka tahu kapan harus bekerja dan kapan harus istirahat. Oleh karenanya, pekerja keras menggunakan waktu liburannya untuk bersantai. Berbeda dengan workaholic yang saat liburan, masih berkutat dengan pekerjaannya.

Saat bekerja, pekerja keras akan fokus dan sering tidak mau diganggu agar pekerjaannya cepat selesai. Kalau workaholic, mereka akan serius, namun seringkali tidak sadar terbawa oleh suasana kantor atau rekan kerja yang suka ngobrol dan membuat kerjaannya jadi terhambat.

Orang yang merupakan pekerja keras akan berusaha memperbaiki diri jika target belum sesuai. Mereka akan terus belajar untuk mencapai targetnya. Namun jika dilihat dari workaholic, mereka ambisius terhadap pekerjaannya yang akan menyebabkan stress jika target tidak tercapai.

Yang terakhir, jika dilihat dari waktu, waktu pengerjaan pekerja keras lebih efektif. Oleh karenanya, kualitas yang dihasilkan lebih baik.

Eits, tapi bukan berarti kualitas dari workaholic tidak bagus ya JobStreeters! Ingat, kualitas kerja workaholic tentu tidak kalah dengan si pekerja keras walaupun tidak efektif JobStreeters!

Jadi, sudah bisa menyimpulkan kalau lembur terus dan yang saat weekend masih berkutat dengan pekerjaan termasuk pekerja keras atau workaholic belum?