Jamasan Pusaka Keraton Sumenep Sebagai Bukti Lestarikan Budaya

oleh -

Sumenep – Penjamasan Pusaka Keraton Sumenep, Jawa Timur, digelar di Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi. Kegiatan tersebut berlangsung lancar.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Forpimda, organisasi perangkat daerah (OPD), Camat dan Paguyuban Empu se Kabupaten Sumenep.

Diketahui, Kabupaten Sumenep merupakan salah satunya kabupaten di Jawa timur yang masih mempunyai Keraton dan terawat dengan baik yang merupakan salah satu cagar budaya Sumenep.

“Pusaka merupakan suatu peninggalan para leluhur kita sejak jaman kerajaan yang ada di Sumenep, sehingga wajib kiranya kita sebagai generasi muda untuk melestarikan dan merawat peninggalan ini sebagai bukti sejarah,” kata Wabup Sumenep, Achmad Fauzi.

Jamasan ini, merupakan agenda Visit Sumenep 2019. Selain itu merupakan wujud dari penghargaan pemerintah setempat kepada leluhur yang telah mewariskan sejarah dan benda sejarah (keris).

“Sebagai penerus atau pemuda kita harus mengenang kembali apa yang disampaikan oleh Proklamator kita Bung Karno yaitu JasMerah yang artinya kita yang hidup di Republik ini jangan sampai melupakan sejarah,” terangnya.

“Jadi ini merupakan bagian kita dalam melestarikan budaya dan tradisi yang ada di Kabupaten Sumenep sehingga yang sudah ada wajib kita lestarikan,” paparnya.

Selain itu, desa Aeng Tong-tong mempunyai pengrajin keris sampai mencapai 650 orang dan merupakan desa terbanyak sedunia pengrajin keris, dan sudah diakui oleh UNESCO.

Sehingga, dengan dinobatkannya desa Aeng Tong-tong sebagai desa terbanyak pengrajin keris (Empu) maka ditahun 2014 Kabupaten Sumenep dinobatkan sebagai kabupaten Keris, dan desa Aeng Tong-tong dinobatkan sebagai desa keris pada bulan Maret 2018.

“Desa Aeng Tong-tong tidak ada duanya di kabupaten Sumenep, merupakan desa yang sangat istimewa dan perlu didukung oleh semua pihak dan pemerintah tentang eksistensinya,” jelasnya.

Dia mengajak kepada semua komponen masyarakat Kabupaten Sumene, Khususnya desa Aeng Tong-tong untuk menjaga kelestarian peninggalkan sampai kapanpun.

“Keris bukan hanya simbul kekuatan masa lalu, akan tetapi sekarang sudah menjadi sumbul ekonomi bagi masyarakat, generasi muda harus belajar jadi pengrajin untuk mewarisi para Empu yang terdahulu,” tandasnya.