Jadi Partner Threesome, Ayuk Dijerat Lima Tahun Penjara

oleh -
Ayuk saat menjalani Persidangan
Ayuk saat menjalani Persidangan

SURABAYA-Ayuk alias Pustipa (22) warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban dituntut lima tahun penjara dan denda Rp120 Juta subsider 6 bulan kurungan. Perempuan ini tertangkam saat menjadi patner threesome di Hotel Fave, Kali Rungkut, Surabaya.

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (17/10/2018). Ayuk dijerat dianggap terbukti melakukan tindak pidana perdagangan manusia atau human trafficking. Dalam perkara ini, Ayuk dijerat Pasal 2 UU No 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dalam tuntutan tersebut JPU menganggap beberapa hal yang memberatkan Ayuk. Perbuatan terdakwa dianggap meresahkan masyarakat selain itu, meski tertangkap terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan.

Sementara hal-hal yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan belum pernah menjalani hukuman pidana apapun.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana selama lima tahun penjara,” ujar JPU Fathol Rasyid, dihadapan ketua majelis hakim, Sarwaedi.

Ayuk yang hadir dalam persidangan itu mengenakan jilbab dan cenderung tertunduk saat JPU membacakan tuntutan tersebut. Perkara ini bermula ketika pada Juni lalu, Unit UPPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap Ayuk saat melayani pria hidung belang bersama korban dalam kamar Fave Hotel Rungkut, Surabaya. Saat digerebek, Ayuk dalam keadaan telanjang bulat, karena sedang berhubungan intim bertiga (threesome).

Dari tangan tersangka, polisi menyita kondom bekas pakai dan yang masih utuh, uang tunai Rp500.000, satu buah handphone dan bill hotel. Modus terdakwa, dia menjajakan atau menjual dirinya sendiri dan korban (temannya) melalui Facebook dengan akun ‘Puspita Puspita’ Open Area Surabaya exclude.

Perkara ini terungkap saat tersangka berkomunikasi dengan tamunya. Kemudian tersangka memberikan nomor WhatsApp-nya pada sang tamu, dan menawarkan korban (temannya) pada tamu. Disepakati harga Rp2 juta per jam, dengan pembagian korban mendapat bagian Rp1 juta, dan tersangka Rp1 juta.

Setelah sepakat harga dan tempatnya, tersangka check in ke kamar hotel. Tersangka lebih dulu menunggu di dalan kamar yang kemudian disusul oleh korban dan tamunya seorang laki-laki. Selanjutnya baik korban maupun tersangka sama-sama melayani tamunya melakukan hubungan badan. @VIN