Izin Kedaluarsa, Penangkar 443 Burung Langka Diciduk di Jember

oleh -

JEMBER – Sebanyak 443 ekor burung langka dan dilindungi berhasil diamankan Polda Jatim dari penangkaran satwa illegal milik CV Bintang Terang di Dusun Krajan Gambiran, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Selasa (9/10/2018).

Koleksi satwa yang disita yakni, 212 ekor Nuri Bayan, 99 ekor Kakak Tua Besar Jambul Kuning, 23 Kakak Tua Jambul Orange, 82 ekor Kakak Tua Govin, 5 ekor Kakak Tua Raja, 1 ekor Kakak Tua Alba, dan 1 ekor Jalak Putih.

“Selain itu juga ada 6 ekor burung Dara Mahkota, 4 ekor Nuri Merah Kepala Hitam, 4 ekor anakan Nuri Bayan, 6 Nuri Merah, 61 butir telur Nuri Bayan dan Kakak Tua,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kepada sejumlah wartawan, Selasa 9 Oktober 2018.

CV Bintang Terang sebenarnya memiliki izin penangkaran burung sejak 2005. Namun pada 2015 izin tersebut sudah habis masa operasionalnya dan tidak diperpanjang. “Izinnya sudah habis. Tapi pemilik masih nekat menjalankan usaha penangkaran satwa dilindungi tersebut,” terangnya.

Karena penangkaran tersebut ilegal, maka polisi melakukan penindakan tegas terhadap pemilik usaha penangkaran tersebut, bekerjasama dengan BKSDA. “Kami bekerjasama dengan badan konservasi (hayati), Yang sudah kita amankan 443 burung langka dari sekitar 11 jenis berbeda,” terang Kapolda.

Selain melakukan penangkaran ilegal, ujar Kapolda, CV Bintang Terang juga melakukan jual beli satwa yang dilindungi hingga ke luar negeri. Oleh sebab itulah, pihaknya juga menahan pemilik CV Binta Terang berinisial A. “Kita juga mengamankan satu orang tersangka. Dia seorang perempuan,” ulasnya.

Untuk mempertanggungjawankan perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Editor: Ahmad Saefullah