Istri Bupati Sumenep Nurfitriana Mundur Dari Jabatan Komisaris Bank BPRS Sumenep

oleh -

SUMENEP – Direktur utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep, Novi Sujatmiko angkat bicara soal tuduhan mahasiswa terkait posisi Nurfitriana yang disebut-sebut masih menjabat jajaran dewan komisaris.

Dalam keterangannya, Novi menyebut bahwa isteri Bupati Sumenep itu sudah mundur sejak bulan Juni 2018 lalu. Bahkan pihaknya juga mengklaim, Nurfitriana telah mengajukan pengunduran diri ke pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Perlu kami klarifikasi, Ibu Nurfitriana itu sudah tidak lagi menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris BPRS, bahkan kami sudah melaporkan (pengunduran diri) ke pihak OJK,” ungkapnya, Selasa (19/2/2019).

Sebelumnya, pada akhir Januari lalu Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Sumenep. Mereka berkoar-koar soal beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bermasalah.

Para mahasiswa ini menyinggung soal dugaan adanya nepotisme di Bank BPRS Bhakti Sumekar. Sebab sejak awal 2018, Nurfitriana tiba-tiba diangkat sebagai Dewan Direksi di Bank milik daerah itu.

Untuk membuktikan bahwa Nurfitriana mengundurkan diri, Novi kemudian memberikan bukti surat pengunduran diri yang di tanda tangani oleh Nurfitriana di atas stempel 6000.

Dalam surat pengunduran diri tersebut, dijelaskan bahwa Nurfitriana mengundurkan diri karena akan memcalonkan diri sebagai calon anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur.

Dengan mundurnya Nurfitriana, maka jabatan dewan komisaris Bank BPRS Bhakti Sumekar hanya diisi dua orang saja. Yakni Komisaris Utama dijabat oleh Drs. R. Idris, MM, dan sebagai Komisaris Anggota KH. M. Taufiq Rahman, FM.

Novi menyebut, walaupun dijajaran dewsan komisaris hanya diisi dua orang, tidak akan menghambat pada perkembangan Bank BPRS. Hanya saja untuk melengkapi kekosongan itu merupakan kewenangan pemilik saham.

“Yang jelas untuk kekosongan ini tidak akan menghambat kemajuan BPRS. Dan untuk melengkapi, kami harus RUPS dan kewenangan pemilik saham,” tandasnya.

editor : Nurul Arifin