Instan Karma! Jambret HP Orang yang Mau Salat, Dua Remaja Tertangkap

oleh -

SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil membekuk satu di antara dua pelaku penjambretan spesialis handphone (HP).

Sebelum dibekuk petugas, pelaku melakukan aksinya di Jalan Hasanudin 48 B, Kelurahan Celep dengan merampas HP milik BMW (43), warga asal Sukolilo, Surabaya.

Kedua pelaku yang masih remaja yakni Muhammad Allmadie (20), warga Jalan Cendrawasih 115, Desa Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo dan BS (20), warga Dusun Plipir, Desa Sekardangan, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.

“Pelaku berhasil diamankan di kos-kosan kakaknya dikawasan Desa Larangan. Satu tersangka lagi masih DPO dan ternyata ia residivis,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Senin (25/2/2019).

Harris menjelaskan, dalam aksinya pelaku yang kesehariannya tinggal bersama kakaknya di rumah kos di kawasan Desa Larangan, meminjam motor kakaknya dengan alasan untuk dibuat jalan bersama teman-temannya.
“Setelah dipinjami oleh kakaknya, pelaku malah menggunakan motor tersebut untuk menjambret,” jelasnya.

Pada saat menjalankan aksinya lanjut Harris, pelaku menjambret handphone milik BMW yang berjalan hendak menunaikan Salat Ashar dengan bermain HP. Ketika dirasa korban lengah, dari belakang pelaku langsung mengambil HP tersebut.

“Korban sempat teriak sambil berlari mengejar pelaku. Karena laju sepadanya kencang, akhirnya korban kehilangan jejak,” terangnya.

Dari pengembangan hasil penyelidikan, ternyata pelaku tidak hanya sekali melakukan aksinya. Keduanya sudah beraksi di lima TKP, di antaranya GOR Sidoarjo, Desa Larangan, Celep, Slautan, Pelipir dan kawasan Taman Pinang Sidoarjo.

“HP hasil jambretan mereka titipkan ke temannya kemudian dijual oleh temannya tersebut. Kami akan ungkap penadahnya, tapi saat ini fokus kepada yang DPO yang perannya sebagai joki saat beraksi,” jlentrehnya.

Kepada petugas, pelaku mengaku bahwa hasil jambretannya dibagi berdua. Uangnya, mereka buat untuk jajan sehari-hari. “Pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal 7 tahun,” pungkas perwira berpangkat Kompol itu.

Editor : Ahmad Saefullah