Ini yang Dilakukan Pemuda Surabaya Setelah Tuduh Bawa Lari Adik

oleh -
Kapolsek Simokerto pamerkan pelaku penipuan berikut BB di Mapolsek.
SURABAYA – Modus yang dipakai pelaku kejahatan jalanan yang satu sudah tidak asing lagi yakni, sekelompok orang menuduh calon korbannya telah mencelakai ataupun membawa lari adik maupun saudara lainnya.
Ketika korban tersebut terperdaya, maka oleh pelaku akan diajak berkeliling hingga ke suatu tempat lalu barang berharga miliknya akan disikat habis oleh sekelompok orang tersebut.
Seperti halnya yang dilakukan oleh pelaku kejahatan bernama, Solihin (38) asal Jedih Timur, Socah, Bangkalan yang tinggal di Jalan Dupak Masigit PJKA Gang 9 Surabaya ini.
Pelaku ini pada, 22 September 2018 pukul 20.00 WIB, lalu di Jalan Kenjeran Surabaya bersama empat pelaku lainnya menuduh korban Ahmad Irfan (23) asal Sukolilo Barat Bangkalan, telah membawa lari adik perempuan pelaku.
Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih mengungkapkan, modus operandinya, pada hari tersebut di Jalan Kenjeran Surabaya tersangka Solihin ini.
Bersama tiga orang temannya menggunakan dua sepeda motor langsung memepet sepeda motor yang dikemudikan oleh korban.
Selanjutnya tersangka menuduh korban ini pernah membawa lari adik perempuannya, sementara satu pelaku lainnya  meminta HP milik korban.
Kemudian korban juga diajak berboncengan tiga, oleh kedua tersangka lainnya dengan alasan akan dipertemukan dengan adiknya yang pernah dibawa oleh korban.
“Begitu berjalan beberapa meter korban ini mengetahui jika itu adalah tindakan kejahatan lalu dirinya melompat dari sepeda motor,” kata Masdawati, Senin (24/9/2018).
Lanjut Perwira wanita dengan satu Melati dipundak ini, saat korban melompat sembari berteriak-teriak minta tolong tersebut, rekan-rekan tersangka Solihin melarikan diri.
Pelaku Solihin saat itu dapat ditangkap oleh Polisi yang dibantu oleh warga hingga akhirnya dibawa ke Mapolsek berikut sepeda motor yang digunakannya sebagai sarana.
Tersangka bapak tiga anak ini kepada penyidik mengaku, jika tujuan awal kelompoknya yakni mencari sasaran sepeda motor.
Namun saat itu dikarenakan korban ini berteriak melawan akhirnya hanya HP korban yang berhasil di sikat.
“Rencana mau ambil motornya, setelah itu dijual dan dibagi rata,” aku pelaku Solihin.
Tersangka Solihin juga mengaku jika ini adalah aksi yang pertama dengan modus tuduh korban.
Namun Polisi tidak begitu saja percaya, karena modus tersebut kerap kali dilakukan hingga saat ini oleh pelaku kejahatan jalanan yang masih marak di Kota Surabaya.
Kini pelaku sudah ditahan dalam penjara  dan akan dijerat Pasal 372 Jo 378 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan. Barang bukti yang turut diamankan, 1 dus book HP merk Xiaomi dan sepeda motor Mio J warna putih. (Bay)